SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah debt collector (DC) yang berusaha merebut mobil rental di pintu tol Kaligawe, Kota Semarang, viral di media sosial. Polisi telah menangkap enam pelaku.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria dari luar mobil berbicara dengan pengemudi dan penumpang. Mereka menunjukkan foto pelat nomor yang diduga sama dengan mobil yang dicegat.
Saat pengemudi perempuan dan penumpang lain menjelaskan bahwa mobil tersebut kendaraan rental, seorang pria lain justru memasukkan tangan melalui celah jendela untuk mengambil kunci.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, membeberkan kronologi lengkap peristiwa tersebut dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu, 25 Agustus 2026 malam.
Debt Collector Cegat Saat Mobil Hendak Masuk Tol, Terjadi Tarik-Menarik Kunci Selama 5 Menit
Anwar menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 lalu. Korban bernama Arnita Devi (23), warga Jepara, menyewa mobil Avanza warna hitam untuk berwisata ke Umbul Sidomukti, Ungaran, Kabupaten Semarang, bersama empat rekan perempuannya.
Sekira pukul 12.30 WIB, mereka berangkat menuju Kota Semarang. Saat kendaraan yang Arnita kemudikan hendak masuk pintu tol Kaligawe, situasi yang semula normal tiba-tiba berubah mencekam.
“Kendaraan tersebut secara mendadak dipepet dan dihentikan secara paksa oleh enam orang pelaku, yang datang menggunakan dua kendaraan bermotor,” ujar Anwar.
Para pelaku turun dan mendatangi mobil korban. Salah satu menyatakan berasal dari perusahaan leasing. Namun cara penyampaiannya yang keras dan sikap intimidatif membuat seluruh penumpang yang semuanya perempuan merasa ketakutan.
BACA JUGA: Debt Collector Tak Boleh Rampas Kendaraan di Jalan, Bisa Terancam Pidana Lima Tahun
Dalam kondisi tertekan, korban tidak berani membuka pintu dan hanya membuka sedikit jendela untuk berkomunikasi.
Situasi memanas ketika para pelaku memasukkan tangan melalui celah jendela untuk merebut kunci kendaraan yang masih tertancap di rumah kunci. Korban berusaha mempertahankan kunci tersebut.





