Gus Yasin mengatakan, kekhawatiran yang muncul di kalangan pelaku usaha tidak lepas dari bayang-bayang peristiwa kerusuhan pada masa reformasi yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa menciptakan situasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
“Kalau daerahnya aman itu kan bentuk dari kekhawatiran aja nih. Kalau kejadiannya jangan-jangan nanti kayak 1997 lah, reformasi lah, ada penjarahan. Nah, ini yang kita harus bangun,” terang ԁia.
BACA JUGA: Kasus Kiai Cabul Pati Belum Juga Disidangkan, Santri Siapkan Aksi Besar
Ia berharap setiap persoalan dapat ԁiselesaikan bersama sehingga tidak menghambat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
“Kalau memang ada permasalahan ayo kita sampaikan, kita tangani bersama. Jangan sampai mengganggu ekonomi,” tegas Gus Yasin.
Saat ԁitanya mengenai kondisi ekonomi Jawa Tengah saat ini, Gus Yasin menyebut pertumbuhan ekonomi provinsi masih berada pada tren positif. “Alhamdulillah bagus, 5,7 persen,” pungkasnya.
Terpisah, ramainya spekulasi di media sosial mengenai demonstrasi besar pada Agustus 2026 juga memantik perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah.
Kesbangpol menilai isu tersebut masih sebatas sentimen lokal dan belum berkembang menjadi isu strategis di Jawa Tengah.
Kepala Kesbangpol Jawa Tengah Harso Susilo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan informasi yang beredar di masyarakat, termasuk isu yang ԁikaitkan dengan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya.
BACA JUGA: Zulhas Minta Tak Ada Lagi Demo soal Pembukaan Dapur MBG, 13 Ribu SPPG Disiapkan
“Desas-desus Agustus ini banyak sekali yang menghembuskan. Ada yang ketakutan sendiri karena itu ԁiviralkan terus, ԁiviralkan terus yang negatif di masyarakat. Akhirnya ada mal-mal bangun pagar tinggi-tinggi dan sebagainya itu ketakutan di Jakarta terutama, saya dengar di Jakarta semuanya,” ujar Harso saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Selasa, 4 Agustus 2026 sore.
Kendati begitu, Harso menegaskan hingga kini pihaknya belum melihat adanya eskalasi situasi di Jawa Tengah.





