Gaya Hidup

Film Dirty Vote Berhasil Raih 20 Juta Penonton dalam 7 Hari, Sutradara Ucapkan Terimakasih

×

Film Dirty Vote Berhasil Raih 20 Juta Penonton dalam 7 Hari, Sutradara Ucapkan Terimakasih

Sebarkan artikel ini
Dirty Vote
Poster film "Dirty Vote" yang tayang di YouTube pada Minggu, 11 Februari 2024. (Foto: YouTube/Dirty Vote)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film Dirty Vote merupakan sebuah film dokumenter yang tayang menjelang Pemilu 2024. Film ini berhasil menarik banyak perhatian publik lantaran mengangkat isu mengenai adanya dugaan kecurangan dalam Pilpres tahun ini.

Tak heran apabila film tersebut berhasil mendapatkan jutaan penonton bahkan komentar dari berbagai kalangan. Dalam 7 hari, film ini berhasil mencapai kurang lebih 20 juta penonton.

Dandhy Dwi Laksono selaku sutradara dari film tersebut mengucapkan terimakasih atas penayangan film tersebut. Hal itu ia tuliskan melalui unggahan dalam akun instagramnya @dandhy_laksono pada Minggu 18 Februari 2024.

“Sekali lagi terimakasih” tulisnya dalam unggahan poster film tersebut.

Bagi kamu yang belum mengetahui bagaimana isi dari film tersebut, berikut ini akan kami bagikan sinopsisnya. Film ini betul-betul menarik banyak perhatian hingga banyak yang mengulas kembali bagaimana isinya bahkan isu yang terdapat dalam film tersebut.

BACA JUGA: Benarkah Zainal Arifin Mochtar Kerabat Mahfud MD? Ternyata Pernah Satu Atap di Institusi Ini

Sinopsis Dirty Vote

Mengisahkan tentang rancangan kecurangan dalam Pemilu 2024 menurut perspektif ahli hukum tata negara di Indonesia. Termasuk di antaranya, perbedaan ucapan Jokowi mengenai keterlibatan anak-anaknya dalam dunia politik.

Film tersebut juga menyoroti ketidaknetralan para pejabat publik, potensi kecurangan oleh kepala desa, dan pengalokasian anggaran bantuan sosial. Tak hanya itu, pemanfaatan fasilitas publik, serta pelanggaran etika oleh lembaga-lembaga negara juga ikut tersoroti.

Feri Amsari menyatakan bahwa kecurangan-kecurangan tersebut tidak terjadi secara spontan atau individu.  Melainkan sebagian besar telah tersusun secara sistematis dan masif oleh kekuatan yang telah berkuasa selama satu dekade terakhir.

Menurut Zainal Arifin Mochtar, salah satu entitas yang memegang kendali menjalankan rencana yang telah tersusun tersebut. Identitas entitas tersebut adalah pihak yang saat itu berada di puncak kekuasaan, memiliki kemampuan untuk mengarahkan aparat dan mengontrol alokasi anggaran.

Menurut Bivitri Susanti, desain kecurangan dalam Pemilu 2024 sebenarnya bukanlah rencana yang luar biasa. Hal ini karena skenario serupa telah terjadi oleh rezim-rezim sebelumnya di banyak negara.

Film Menjelang Pemilu 2024

BACA JUGA: Film Baru Dandhy Laksono Singgung Kasus Pakta Integritas Pj Bupati Sorong Menangkan Ganjar, Begini Tanggapan Sekjen PDIP

Ia menekankan bahwa untuk merancang dan menjalankannya, tidak perlu kecerdasan atau keahlian khusus, melainkan hanya mental yang culas dan memiliki rasa malu. Sebagai seorang dosen di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti menegaskan bahwa Pemilu 2024 tidak dapat kita anggap remeh.

Masyarakat perlu menyadari bahwa terjadi kecurangan yang luar biasa dalam pemilu tersebut. Film ini hadir dengan menggambarkan bagaimana para politisi memanipulasi rakyat demi kepentingan pribadi mereka.

Film Dirty Vote juga menyoroti berbagai tindakan kecurangan yang terang-terangan dan publik mengetahui, namun tidak pernah mendapat tindakan. Penyalahgunaan kekuasaan yang terlihat jelas demi memenangkan pemilu malah merusak fondasi demokrasi.

Termasuk fokus pada kekuatan besar di balik pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai pihak yang paling banyak terlibat dalam kecurangan. Tiga narasumber dalam video tersebut menyampaikan data grafik mengenai kecurangan dalam Pemilu 2024.

Itulah sinopsis dari film Dirty Vote yang kini berhasil raih 20 juta penonton dalam waktu 7 hari. (*)

 

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp