SEMARANG, beritajateng.tv – Belakangan, nama Zainal Arifin Mochtar mencuat lewat film dokumenter “Dirty Vote“.
Film itu sendiri mengulas secara menyeluruh dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.
Akan tetapi, publik lantas mengaitkan Zainal Arifin dengan Mahfud MD yang dulunya pernah satu tim di Menkopolhukam.
Sementara itu, Zainal menjadi salah satu dari tiga narasumber utama dalam film dokumenter tersebut.
Yang mengejutkan, ternyata ketiga ahli hukum dalam “Dirty Vote” adalah individu yang familiar dalam dunia pemerintahan.
Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsal adalah bagian dari tim percepatan reformasi hukum di bawah pimpinan Mahfud MD.
Mereka turut serta dalam Kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan sebagai anggota.
Partisipasi Zainal dalam Tim Percepatan Reformasi Hukum lah yang lantas mengaitkan nama Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga menyatakan bahwa pembentukan kelompok tersebut yakni atas perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Sebagai informasi, Zainal Arifin Mochtar lahir di Ujung Pandang pada 8 Desember 1978. Ia merupakan dosen di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Selain itu, ia juga aktif sebagai peneliti di Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM).
Nama Zainal Arifin Mochtar telah masyhur di kalangan pemerintahan lantaran pernah terlibat dalam berbagai elemen, misalnya Menkopolhukam. (*)




