SEMARANG, beritajateng.tv – Film dokumenter yang mengangkat kisah legenda balap Indonesia tengah dipersiapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan para pembalap yang telah mengharumkan nama bangsa.
Proyek ini perkiraannya mampu merekam sejarah dunia balap nasional sekaligus memperkenalkan sosok-sosok inspiratif kepada generasi muda.
Suami desainer Migi Rihasalay, Andrew James, menjadi sosok di balik proyek tersebut. Apabila seluruh persiapan berjalan lancar, ia akan mengangkat perjalanan hidup Tinton Soeprapto sebagai fokus utama dokumenter.
Tinton Soeprapto selama ini dikenal luas sebagai salah satu legenda balap Indonesia yang menorehkan banyak prestasi di lintasan.
BACA JUGA: Viral Kericuhan Saat Konser Endank Soekamti di Jateng Fair, Penonton Diduga Mabuk
Jejak Sejarah Tinton Soeprapto Legenda Balap Jadi Sorotan
Dokumenter tersebut tidak sebatas mengulas perjalanan Tinton Soeprapto sebagai pembalap senior.
Tim produksi juga berupaya menelusuri sejarah keluarganya untuk menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai sosok tersebut.
Lewat garapan para sineas yang terlibat, penonton akan memperoleh narasi kuat tentang perjalanan semangat juang lintas generasi.
Kisah itu memperlihatkan bagaimana nilai-nilai perjuangan mampu berkembang hingga melahirkan prestasi pada era balap modern.
Penulis sekaligus sineas Andrew James menilai Tinton Soeprapto bukan hanya tokoh penting dalam dunia balap.
Menurutnya, sosok tersebut juga menjadi simbol perjuangan bangsa yang menyimpan nilai sejarah sangat besar.
“Kami di sini untuk bikin film tentang sejarah Pak Tinton and sejarah balap di Indonesia, karena Pak Tinton represents the struggle for independence,” ujar Andrew James kepada wartawan, belum lama ini.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Tempat Wisata Jateng Besok, 4 Juli 2026: Borobudur hingga Lawang Sewu Cerah Berawan
Demi menghadirkan kisah yang akurat, tim produksi menghabiskan sekitar tiga tahun untuk menghimpun berbagai data dan referensi.
Proyek tersebut juga akan melibatkan sutradara sekaligus produser Hollywood, Tom Sebastian, guna memperkuat kualitas produksi film dokumenter tersebut.
Tom Sebastian menilai Tinton Soeprapto sebagai pribadi yang mudah bergaul dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan.





