Muhtasit mengingatkan bahwa pesantren memiliki keunikan dalam pengajaran dan harus memastikan santri tidak hanya pintar. Tetapi juga menjaga kebersihan dan penampilan. “Santri harus mencerminkan karakteristik pesantren yang baik. Jika sebaliknya, itu bukan representasi dari pesantren yang salaf,” tegasnya.
Dengan kolaborasi antara FKPP dan Kakankemenag, harapannya kualitas pendidikan dan kegiatan di pesantren di Kota Semarang dapat terus meningkat untuk menciptakan santri yang berkualitas dan berwawasan luas. (*)
Editor: Elly Amaliyah





