Untungnya pembangunan IKN Nusantara sendiri mengadopsi teknologi pembangunan kota spons, di mana kota spons merupakan kota dengan sistem perairan sirkular yang menggabungkan arsitektur, desain tata kota, infrastruktur, dan prinsip berkelanjutan.
IKN sebagai kota spons berperan layaknya spons yang menyerap air hujan, menyaring melalui proses alami dan melepaskan bendungan, saluran air, dan akuifer.
Dengan demikian kota spons ini dapat mengendalikan banjir. Limpasan airnya dapat masuk ke dalam bendungan dan tempat-tempat penyimpanan untuk menjadi cadangan air baku pada musim kemarau.
Tentunya 104 mahasiswa yang magang tersebut harapannya setelah mengikuti program pemagangan dalam pembangunan infrastruktur kota spons IKN Nusantara dapat menjadi SDM unggul yang menguasai teknologi pengendalian banjir dan pengelolaan air terkini.
Program magang ini juga memiliki tujuan lain untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Yang mana, dalam hal ini program magang IKN tersebut melahirkan insinyur-insinyur ahli banjir dan pengelolaan air dengan menggunakan teknologi terkini.
Ini tentunya sangat perlu dan membantu daerah-daerah Indonesia yang selalu memiliki problematika persoalan air.
Pelatihan tenaga konstruksi
Pembangunan SDM andal untuk Indonesia Emas 2045 berikutnya adalah melakukan pelatihan dan sertifikasi terhadap tenaga kerja konstruksi. Hal itu dalam rangka meningkatkan daya saing serta kompetensi mereka di dunia konstruksi.
Pembangunan IKN Nusantara membuka peluang untuk peningkatan daya saing serta kompetensi tersebut di mana pemerintah membuka program Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) pembangunan infrastruktur di kawasan IKN Nusantara.
Pelatihan tersebut berlangsung dalam lima tahap dengan menghasilkan tenaga kerja konstruksi terlatih dan tersertifikasi sebanyak 9.300 orang. Salah satu pelatihannya adalah pelatihan teknologi building information modeling (BIM).
Pelatihan BIM ini merupakan pelatihan teknologi konstruksi dalam membantu desain dan operasional konstruksi bangunan sampai dengan penataan kota dan wilayah. Bahkan, sampai menjadi platform untuk pengadaan barang dan jasa serta audit yang memungkinkan terjadinya transparansi serta keterbukaan dalam proyek pembangunan infrastruktur.





