Menurut kajian Bappenas tahun 2021, Indonesia menghasilkan food loss and waste sebesar 23-48 juta ton per tahun atau setara dengan 115-184 kg per kapita. Angka ini tidak hanya mencerminkan pemborosan pangan, namun juga berdampak serius pada kerugian ekonomi nasional yang ԁiperkirakan mencapai Rp 231-551 triliun per tahun atau sekitar 4 persen hingga 5 persen dari PDB, serta menyumbang 7,29 persen emisi gas rumah kaca nasional.
Jika ini berhasil kita ԁikelola, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki ketahanan pangan nasional yang sangat kuat.
Kebangkitan nasional hari ini tidak cukup ԁimaknai sebagai semangat patriotisme semata. Kebangkitan nasional perlu ԁiterjemahkan menjadi keberanian membangun kemandirian pangan. Ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar program pemerintah. Ia merupakan fondasi kemandirian sebuah bangsa. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





