Menurutnya, banyak talenta musik bermunculan, tetapi akan terasa biasa jika hanya menyanyikan karya orang lain. Melalui SMM, Saloka membuka peluang bagi musisi untuk menciptakan karya orisinal.
BACA JUGA: Saloka Theme Park Semarang Gelar Lomba Panjat Pinang Massal, Delapan Tiang Bersamaan!
Eross menilai kompetisi ini berpotensi membuka peluang lain yang dapat menjadi jalan menuju kesuksesan lebih besar. “Karena itu, manfaatkan tantangan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa musisi masa kini memiliki banyak referensi, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, ia mengingatkan agar AI hanya sebagai pemantik inspirasi.
“Untuk mengikuti kompetisi SMM, para peserta tetap harus menyesuaikan dengan kapasitas dan keaslian dalam bermusik,” tandas Eross. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





