Uncategorized

Gelar Pameran Lukisan Kuas dan Bentuk, Semarang Gallery Hadirkan 3 Seniman Kondang, Salah Satunya Pidi Baiq

×

Gelar Pameran Lukisan Kuas dan Bentuk, Semarang Gallery Hadirkan 3 Seniman Kondang, Salah Satunya Pidi Baiq

Sebarkan artikel ini
Semarang Contemporary Art Gallery
Pidi Baiq, Klowor Waldiyono, Heru Hikayat, Rudy Mordock, dan Chris Dharmawan saat membuka Pameran Sapuan Kuas dan Kelaliman Bentuk, di Semarang Contemporary Art Gallery, Sabtu, 19 Agustus 2023 malam. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritjateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sedikitnya tiga seniman kondang tanah air yaitu Klowor Waldiyono, Rudy Mordock, dan Pidi Baiq baru saja membuka pameran bertajuk “Sapuan Kuas dan Kelaliman Bentuk” di Semarang Contemporary Art Gallery, Sabtu, 19 Agustus 2023 malam.

Ketiga seniman bersama pemilik Semarang Gallery Chris Dharmawan dan sang kurator pameran Heru Hikayat, mengawali pembukaan pameran dengan suasana penuh gelak tawa. Kelimanya beberapa kali melempar canda yang berhasil menghibur puluhan pengunjung yang memadati Semarang Gallery.

Chris Darmawan yang ditemui usai membuka pameran mengatakan, terdapat lebih dari 50 lukisan yang terpajang dalam pameran ini. Rencananya, lukisan tersebut akan secara bergantian dipajang selama pameran yang berlangsung hingga tanggal 10 Oktober mendatang.

“Banyak sekali, lebih dari 50, karena masih ada lagi karya yang tidak bisa terpajang karena sudah penuh space-nya, jadi nanti akan ada pergantian. Mendisplay juga harus melihat dari segi estetika supaya karya bisa pengunjung nikmati,” jelasnya kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Komitmen Hadirkan Ruang Kreatif di Kota Semarang, Tan Artspace Gelar Pameran Pelukis Asal Magelang Ini

Lebih lanjut, Chris mengungkapkan latar belakang dari pelaksanaan pameran kali ini adalah untuk menyuguhkan kembali seni rupa kepada masyarakat Semarang. Menurutnya, publik Kota Semarang masih asing dengan seni rupa.

Selain itu, ia juga menyoroti Kota Semarang sebagai salah satu kota besar agar tidak kalah dengan kota besar lainnya. Maka itu, salah satu misi besar yang ia bawa dalam pameran ini adalah untuk menghidupkan kepada seni rupa di Semarang, khususnya anak muda.

“Pesannya, selalu kita mempunyai misi supaya anak-anak muda khususnya di Semarang bisa menikmati seni rupa. Supaya kehidupan seni rupa di Semarang bisa hidup. Anak-anak muda tidak perlu jauh-jauh ke Jogja, Bandung atau Jakarta untuk sekadar melihat pameran seni rupa, tapi di Semarang pun bisa dan cukup berkualitas,” lanjutnya.

Hadirkan seniman yang tidak hanya melukis ke Semarang Contemporary Art Gallery

Menghadirkan ketiga seniman kondang tanah air tersebut tentu bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya, jelas Chris, adalah lantaran ketiganya memiliki asal kota yang berbeda yaitu Semarang, Yogyakarta, dan Bandung.

Selain itu, Chris menambahkan bahwa karir ketiga seniman yang tidak hanya fokus pada melukis juga menjadi salah satu alasan terpilihnya Klowor Waldiyono, Rudy Mordock, dan Pidi Baiq dalam satu pameran.

“Alasan kedua, mayoritas dari tiga seniman tidak hanya menjalani karir sebagai pelukis. Seperti Pidi Baiq yang juga sebagai penulis dan musisi. Itu alasannya saya memamerkan mereka karena seri rupa itu sebetulnya akrab dengan seni-seni yang lain,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kenalkan Pemilu 2024, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Kemas Demokrasi dalam Pameran Seni

Sementara itu, Pidi Baiq yang akrab dipanggil “Ayah” turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Semarang yang telah menyambut baik pameran ini. Ia menyebut, pameran kali ini bukan pameran biasa melainkan juga menjadi ajang para seniman untuk saling silaturahmi.

“Ada 6 karya, baru buat 3 bulan sebelum pameran jadi saya terpaksa ngelukis, biasanya banyak ibadah, sodaqoh. Ini membawa pesan bahwa saya bisa melukis,” jelasnya sambil bergurau. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp