SEMARANG, beritajateng.tv – Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul angkat bicara terkait Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka yang tak hadir dalam acara perkumpulan kepala daerah PDIP se-Jateng.
Ia mengaku kaget saat ditanya wartawan usai acara mengapa Gibran tak diundang. Bambang Pacul menegaskan undangan itu terurus penuh oleh sekretariat dan yakin nama Gibran tercantum di sana. Hanya saja, terjadi human error di luar kendalinya.
“’Mas Gibran kok gak diundang, Pak Pacul?’ Saya kaget, loh itu sekretariat itu. Oleh karena itu, begitu tanggal 15 malem acara selesai, Sekretaris (DPD PDIP Jateng sekaligus) Ketua DPRD Jateng sumanto dan Wakil Sekretaris Internal Eko Susilo saya bawa,” tegasnya dalam Podcast Total Politik, Sabtu, 19 Agustus 2023.
“Saya ajak ke kantor partai sudah malem, kita cek. Dilis apa yang salah. Nanti kita dikira beda-bedakke (membeda-bedakan). Kan pernah ngalamin saya, kalian bully,” sambungnya.
BACA JUGA: DPD PDIP Gelar Rapat Tertutup Bersama Kepala Daerah se-Jateng, Ini Kata Bambang Pacul
Bambang Pacul minta maaf secara langsung pada Gibran terkait undangan tak terkirim
Usai melakukan crosscheck setelah acara berlangsung, Bambang Pacul membenarkan undangan Gibran tak terkirim karena adanya kekeliruan di sekretariat. Dengan tegas, pihaknya mengaku akan meminta maaf secara langsung kepada Gibran.
“Ternyata bahwa memang undangannya gak terkirim. Jadi itu kesalahan kami. DPD keliru. Tentu orang keliru, ya namanya orang keliru minta maaf. Ini murni human error. Kalau aku cerita detailnya memang bisa masuk akal, tapi saya gak detailkan di sini,” ungkap Bambang Pacul.
Dalam podcast tersebut, legislator yang telah berkiprah di DPR RI sejak 2004 silam itu akan mengantarkan undangan kegiatan partai selanjutnya secara langsung kepada Gibran.
Tak main-main, bahkan Bambang Pacul bersedia untuk bertemu Gibran secara langsung bila memang memungkinkan.
“Karena ini human error, kami akan minta maaf secara resmi sekaligus mengantarkan undangan baru supaya benar benar hand to hand, supaya tidak ada kesalahan lagi. Yang mengantarkan undangan itu bisa saya sendiri, yang kedua bisa sekretaris (Sumanto). Kenapa begitu? Itu sebagai tebusan kesalahan,” ucapnya.
Bakal gelar acara di Gor Jatidiri dan pastikan undang Gibran
Sempat menyinggung akan mengirimkan undangan baru kepada Gibran, Bambang Pacul menyebut akan menggelar acara partai di Gor Jatidiri, Kota Semarang dalam waktu dekat.
“Itu acara kita desain di (Gor) Jatidiri, yang undangannya mau dikasih ke Mas Gibran. Kita undang dan kita beri tempat khusus supaya milenial bisa melihat. Undangan harus hand to hand , aku gak mau ada kesalahan lagi. Saya akan mengirimkan undangan hand to hand, dalam acara yang mudah-mudahan jadi acara yang, ya mudah-mudahan ini belum dilaksanakan partai-partai lain,” bebernya.
Beberapa hari sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Jateng Sumanto mengatakan kepada awak media bahwa undangan Gibran ketlisut. Namun, Bambang Pacul lantas mengoreksi pernyataan tersebut.
“Bukan ketlisut yang bener, itu insiden karena case-nya dia merasa sudah ngirim dan sudah dicoret tetapi belum, karna waktu itu yang sedang mengerjakan itu dipanggil sama sekretaris dan yang kena lose itu Mas Gibran, sedangkan wakil walikotanya masuk Pak Teguh. Human error bisa kena siapa pun. Makanya saya kaget ketika ditanya, itu sekretariat itu. Yang saya janjiin saya cek, saya cek beneran kok,” terangnya.
Bukan kali pertama bermasalah dengan undangan
Bambang Pacul mengakui bahwa ini bukan kali pertama ia berkonflik dengan undangan. Beberapa momen sebelumnya, ia membeberkan perihal tak mengundang Ganjar dalam sebuah acara.
“(Pak Pacul pernah bermasalah dengan undangan?) Ini ya kalau dulu memang sengaja, saya akui. Misalnya Bambang Pacul itu gak suka Pak Ganjar, saya tidak suka pada perilakunya. Tetapi ketika ketua sudah memutuskan, gua urus, gua gak tolahtoleh, clear itu. Saya bukan pengambil keputusan politik kok. Saya pelaksana tugas keputusan politik,” tegasnya.
Namun, untuk pertemuan kepala daerah se-Jateng kemarin, ia tegaskan sudah tak ada sangkut pautnya terkait hal itu.
“Enggak ada, udah selesai. Nomor satu sebagai politisi gak boleh sakit hati, kalau di politisi kau suka sakit hati, maka kamu nanti susah hidupmu. Rugi sendiri,” ucapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





