BACA JUGA: Ramai Isu Gibran jadi Ketum, Pengamat: Niretika, Kaderisasi Golkar Malah Downgrade
Wahid meyakini, gejolak turbulensi di Partai Golkar terjadi lantaran partai itu ingin memilih ketum yang memiliki hubungan dekat dengan penguasa baru.
“Nampaknya banyak terjadi juga turbulensi di internal Golkar. Memang kemudian Golkar nanti memastikan figur ketum yang relatif bisa menjaga secara pasti hubungan dengan penguasa,” papar Wahid. (*)
Editor: Farah Nazila




