Semarang, 21/8 (BeritaJateng.tv) – Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang pada momentum Agustus 2022 ini memperingati Hari kemerdekaan RI sekaligus merayakan hari jadinya Metro Park View yang pertama setelah revitalisasi menjadi bangunan bernuansa terbaru. Serta menggelar Gowesta ( Gowes Wisata sejarah sekitar kota lama ) para komunitas sepeda di Kota Semarang.
Dalam memperingati HUT RI dan Ultah Pertama Metro Park View tersebut beberapa agenda kegiatan pra anniversary yang telah digelar antara lain kegiatan CSR di Masjid Agung Kauman, lomba-lomba memperingati 17 Agustus antar karyawan, doa bersama seluruh karyawan, kemudian kami juga membuka kompetisi Foto dan Video dengan mengambil tema “ Unique Experience Independence Day “.
Pada kesempatan tersebut peserta dapat mengirimkan foto maupun video pengalaman unik selama menginap di Metro Park View kemudian memposting di instagram dengan follow dan tag @metroparkview, dengan mendapatkan hadiah Grand price 2 voucher executive suite. Kompetisi ini berlangsung hingga tanggal 30 Agustus 2022 mendatang.
Tak hanya acara Aniversary saja Metro Park View juga turut melaksanakan upacara bendera memperingati detik-detik proklamasi di halaman hotel, dilanjutkan aksi Go Green one staff one plan, dan di akhiri dengan ziarah ke makam tokoh penyebar berita Proklamasi Kemerdekaan, R Soegiarin di TPU Bergota Semarang pada Rabu 17/8/2022.
Sementara itu Pratikno selaku GM Metro Park View Semarang mengatakan pihaknya ingin memaknai peringatan proklamasi sekaligus ulang tahun hotelnya dengan kegiatan membangkitkan Kota Semarang sebagai Kota Perjuangan. Oleh karena itu, pihaknya memulai dari internal dengan mengajak seluruh staf dan karyawan untuk peduli terhadap lingkungan,dengan bersih bersih masjid kauman,sebagai saksi sejarah serta aksi kepedulian terhadap lingkungan dengan aksi go green serta mengadakan upacara bendera dilanjutkan ziarah ke makam tokoh R Soegiarin yang saat itu menyiarkan berita proklamasi melalui berita morse pada Kantor Berita Domei di Jakarta.
“Tanpa peran Soegiarin kami rasa berita Kemerdekaan Indonesia mungkin tak akan diterima oleh orang sedunia. Karena disiarkan, maka dunia tahu dan mengakuinya,” tutur Pratikno.
Makam R Soegiarin menjadi tujuan ziarah, mengingat tidak banyak yang tahu peran sosok R Soegiarin dan ternyata jasadnya dimakamkan di Kota Semarang.
“Kami sengaja ingin mengangkat sesuatu yang dilupakan dan bahkan belum diketahui oleh warga Kota Semarang. Hal lain adalah kami akan memberikan prasasti penunjuk situs dimana tempat kali pertama naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan dan disiarkan di Kota Semarang. Kami akan menemukan data Pertama Kali Pembacaan Naskah Proklamasi di Semarang oleh Wakil Residen Semarang Mr Wongsonegoro pada 17 Agustus 1945 adalah di Gedung Djawa Hookookai di Jalan Pemuda No 70 Semarang yang sekarang ditempati Kampus Fakultas Hukum (Program S2) Untag Semarang. Sedangkan tempat penyiaran atau penyebaran informasi Indonesia Merdeka adalah di Masjid Besar Aloon-aloon Semarang (Kauman),” ucap Pratikno.
Lanjutnya dari kedua tempat tersebut akan diberi prasasti agar masyarakat Kota Semarang dan wisatawan tahu sekaligus mengenal perjuangan yang pernah ada di Semarang.
“Sekaligus ini cara mengedukasi masyarakat kita agar melek sejarah dan bangga berada di Kota Semarang yang ikut andil dalam sejarah perjuangan,” papar Pratikno,
Pada Sabtu 20/8/2022 bertepatan dengan momentum Ulang Tahun Metro Park View juga digelar Gowesta ( Gowes Wisata sejarah sekitar kota lama ) Napak Tilas mengunjungi situs bersejarah antara lain start dari Metro Park View Hotel menuju Masjid Besar Kauman, Aloon-aloon Johar, Kota Lama Semarang dan Finish kembali ke Metro.
Penulis dan pengamat sejarah Kota Semarang Johanes Cristiono mengungkapkan sejarah Kota Semarang perlu terus digali agar generasi muda paham dan memaknai sejarah sengan semangat pengabdian serta membangun kotanya tercinta. Termasuk Hotel Metro sendiri juga bagian dari sejarah kemajuan Kota Semarang. Dimana hotel metro adalah hotel yang pertama menggunakan teknologi tangga modern atau lift. Selain itu juga hotel pertama yang terintegrasi dengan supermarket atau pasar modern di dalamnya.
Gowes bareng tersebut melibatkan komunitas sepeda Kota Semarang antara lain Photocucle, Katahati, GBK Sinarwaluyo, Gober (Gowes bersama Semarang), Ronggolawe dan lainnya.
KH Khamad Maksum, tokoh ulama Masjid Besar Kauman mengapresiasi Hotel Metro Park View yang akan mengangkat ikon situs perjuangan Kota Semarang, termasuk Masjid Kauman.
Dirinya berharap Metro yang juga menjadi ikon di tengah lingkungan Aloon-aloon bisa memiliki andil menghidupkan kembali suasana kejayaan Allon-aloon, Masjid Kauman serta Pasar Johar.(Ak/El)





