Politik

GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Terlibat Politik Praktis, Anggap PKB Bawa NU untuk Rayu Pemilih

×

GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Terlibat Politik Praktis, Anggap PKB Bawa NU untuk Rayu Pemilih

Sebarkan artikel ini
Sholahuddin Aly. (Foto: beritajateng,tv)
Sholahuddin Aly. (Foto: beritajateng,tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan terlibat politik praktis.

Hal itu ia tegaskan saat disinggung terkait Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hendak meraup ceruk suara umat Islam NU, khususnya di Jawa Tengah.

“NU mengambil garis khittah (garis besar perjuangan) yang tidak terlibat politik praktis. Maka NU tidak akan mengurusi Capres,” ujar Sholahuddin Aly saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin 16 Oktober 2023.

Menurutnya, itu kebijakan yang telah ditetapkan oleh organisasinya sebagai ormas. Tak hanya itu, pihaknya mengaku akan terus mengedukasi warga agar rasional dalam memilih saat Pemilu 2024 mendatang.

BACA JUGA:Dampak Konfercab GP Ansor Ricuh, 183 Pimpinan Ranting dan 7 PAC Angkat Bicara

“Itu kebijakan organisasi, kami akan fokus mengurus ormas. Kita akan lakukan edukasi politik ke warga agar melakukan pemilihan rasional dan menjauhi politik identitas,” sambungnya.

Langkah untuk menghentikan politisasi agama

Bagi Aly, ini merupakan langkah konkret untuk menghentikan politisasi agama melalui politik identitas yang menurutnya masih marak dilakukan.

“Politik identitas jelas tidak mendidik dan berbahaya untuk keutuhan persatuan Indonesia,” tegasnya.

Sebab menurut Aly, Indonesia merupakan negara majemuk yang keberagamannya mesti selalu terjaga. Sehingga, lanjutnya, tidak boleh politik identitas maupun politisasi agama terulang pada Pemilu berikutnya.

“Indonesia ini kan negara majemuk yang bisa memicu keterbelah man dan perpecahan tinggi, yang berusaha menggunakan pendukungnya ya,” ucapnya.

Sehingga, ketegasan GP Ansor yang menolak terlibat dalam politik praktis maupun keterkaitan dengan partai tertentu menjadi alasan untuk menghindari politik identitas tersebut.

“Anggota kami menghindari dan menjauhi (politik identitas), teman-teman di daerah punya rutinan majelisan di kabupaten/kota. Artinya Majelis ini cukup membendung dan mengerem politik identitas,” ucapnya.

BACA JUGA:Dukung Pernyataan Menag Yaqut Soal Tolak Pemimpin Pemakai Politik Identitas, Ini Kata Ketua PW Ansor Jateng

Ia menegaskan, NU dan PKB merupakan organisasi yang berdiri secara terpisah. Aly menilai PKB yang kerap mengatasnamakan NU merupakan cara partai untuk merayu pemilih.

“NU organisasi sendiri, PKB organisasi sendiri. Itu bagian cara partai merayu pemilih dan bagian cara merayu konstituen,” tegasnya.

Aly meminta seluruh masyarakat untuk bijak dalam memilih. Tak lupa dengan melihat rekam jejak calon peserta Pemilu 2024. Perihal arahan dukungan, pihaknya menyebut satu arahan dengan apa yang diputuskan nanti oleh GP Ansor pusat.

“Kami tetap satu komando menunggu arahan pusat. GP Ansor mengawali GKMNU, kita juga dalam waktu dekat akan rakor dan tidak punya atensi khusus ke politik,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp