Pameran seperti ini, lanjutnya, bertujuan untuk mendorong bangkitnya vendor pernikahan. Terlebih, sektor usaha jasa pernikahan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa waktu yang lalu.
Ia pun mengungkapkan, antusiasme masyarakat Semarang terhadap pameran pernikahan cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah transaksi pada pameran sebelumnya.
“Pada pameran sebelumnya omset mencapai Rp 1,5 miliar. Untuk pameran ini kami menargetkan bisa lebih dari itu yaitu sampai Rp 2 miliar,” ungkapnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





