Nasional

Gubernur Maluku Marah dan Gebrak Meja sebelum Dipecat PDIP

×

Gubernur Maluku Marah dan Gebrak Meja sebelum Dipecat PDIP

Sebarkan artikel ini
gubernur maluku dipecat pdip
Djarot Syaiful Hidayat mengklarifikasi terkait kronologi Gubernur Maluku dipecat PDIP. Kamis (11/5/2023). Sumber: Youtube PDI Perjuangan.

JAKARTA, beritajateng.tv – PDIP melakukan klarifikasi terkait kronologis Gubernur Maluku dipecat PDIP. Klarifikasi tersebut berlangsung usai PDI Perjuangan mendaftarkan Caleg untuk Pemilu 2024, Kamis (11/5/2023).

Pemecatan Gubernur Maluku oleh PDIP sebagai kader dan Ketua DPD PDIP Maluku. Semua berawal dari istri Murad yang keluar PDIP dan masuk ke PAN. PDIP melarang satu keluarga beda partai.

Pemecatan Gubernur Maluku oleh PDIP membuatnya marah-marah dan gebrak meja saat berada di Kantor DPW PDIP. Ia tak mau menerima aturan itu dan meninggalkan ruangan.

“Terkait dengan Murad Ismail, di PDIP punya aturan bahwa suami istri tidak boleh berasal dari partai yang berbeda. PDIP adalah partai yang kokoh secara ideologi dan juga membangun disiplin yang sangat kuat,” ujar Sekjen PDIP.

Gubernur Maluku dipecat PDIP, Ini Kronologinya!

Djarot Syaiful Hidayat, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi menjelaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki aturan tersendiri terkait pendisiplinan kadernya. Baik terkait dengan ideologi dan organisasi.

“Jadi PDIP sebagai sebuah organisasi itu mempunyai disiplin partai. Ada disiplin ideologi dan organisasi. Yang terjadi di Maluku adalah ketika kita melakukan konfirmasi, bahwa istri dari Ketua DPD yakni Murad Ismail ini mencalonkan diri ke partai lain sekaligus mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPD Maluku. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, maka sesuai dengan mekanisme partai, DPW partai memberikan surat tugas kepada saya untuk mengundang beliau melakukan klarifikasi,” jelasnya di laman youtube PDI Perjuangan.

Ia menambahkan bahwa Gubernur Maluku marah karena tidak menerima aturan tersebut dengan amukan di ruangan DPW PDIP.

“Itu hari Jumat, beliau hadir. DPW Partai harus punya bukti yang akurat. Begitu beliau hadir, beliau marah-marah, dengan emosi yang sangat tinggi. Intinya menolak berbagai macam aturan partai. Ketika kita tunjukkan ada peraturan partai tentang melarang suami istri untuk beda partai. Beliau marah sambil memukul meja. Beliau tidak mau menerima penjelasan dari DPW partai,” katanya.