Jateng

Gus Yasin Respons Keluhan Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi Warga: Bisa Ajukan Sanggahan

×

Gus Yasin Respons Keluhan Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi Warga: Bisa Ajukan Sanggahan

Sebarkan artikel ini
Pemprov AMPB | taj yasin
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, saat dijumpai di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 19 Agustus 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin meminta masyarakat yang merasa data desil kesejahteraannya tidak sesuai kondisi ekonomi untuk mengajukan sanggahan.

Ia menegaskan, masyarakat kini dapat menyampaikan sanggahan secara langsung melalui laman yang kementerian sediakan dalam sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hal tersebut Gus Yasin sampaikan menyusul polemik pembagian desil kesejahteraan yang belakangan mendapat protes dari sejumlah masyarakat, termasuk warga Jawa Tengah.

Gus Yasin mengatakan, desil menjadi salah satu pedoman pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Hal itu ia sampaikan saat beritajateng.tv jumpai di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 19 Agustus 2026 sore.

“Ya, jadi desil ini yang menjadi pedoman kita untuk memberikan bantuan-bantuan, baik bantuan langsung, lalu ada bantuan khusus seperti KUBE (Kelompok Usaha Bersama), UEP (Usaha Ekonomi Produktif) dan lain sebagainya supaya tepat,” ujar Gus Yasin.

BACA JUGA: Sebut Gaji ASN Pemprov Jateng Aman, Gus Yasin Akui Sejumlah Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai

Menurutnya, data tersebut terus dievaluasi dari tahun ke tahun, termasuk dalam proses peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju DTSEN.

“Dan ini sudah kita evaluasi dari tahun ke tahun, ya, sebelum menjadi DTSEN,” imbuh Gus Yasin.

Gus Yasin mengatakan, proses perbaikan data juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota, sebab DTSEN merupakan sistem yang baru sehingga daerah perlu melakukan penyesuaian.

“Nah, DTKS ini menuju DTSEN, ini kan perbaikan-perbaikan dan ini juga dari kabupaten/kota karena DTSEN ini baru, mereka juga harus menyesuaikan,” ujarnya.

Ia menilai proses tersebut saat ini semakin baik. Gus Yasin mencontohkan pelaksanaan program di Surakarta, seperti KUBE (Kelompok Usaha Bersama) maupun UEP (Usaha Ekonomi Produktif), yang menggunakan data DTSEN berdasarkan kelompok desil.