HeadlineJateng

Hadapi Ancaman Krisis Pangan, DPRD Jateng Dorong Grand Design Pertanian

×

Hadapi Ancaman Krisis Pangan, DPRD Jateng Dorong Grand Design Pertanian

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menjadi narasumber program Speak After Lunch di Studio Inews Jakarta, belum lama ini. (Humas DPRD Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong Pemprov membuat grand design pertanian Jateng menyikapi ancaman krisis pangan yang terjadi di dunia. Desain besar pertanian tersebut diantaranya meliputi ketersediaan lahan yang cukup, pengairan yang memadai, kesejahteraan para petani, dan penerapan  teknologi pertanian.

Menurut Sumanto, grand design pertanian Jateng perlu untuk menguatkan masalah ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia. Ia menyebut pidato Bung Karno pada tahun 1952 yang menyebut pangan adalah hidup mati sebuah bangsa masih relevan hingga saat ini. Terlebih Rakernas IV PDI Perjuangan pada 29 September 2023 lalu juga mengangkat tema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat”.

“Soal pangan menjadi krusial saat ini di tengah dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang dan harga pangan naik,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 10 Oktober 2023.

BACA JUGA: Semarang Jadi Pilot Project Pertanian Perkotaan Milenial, Mbak Ita: Kita Siapkan Aset Pemkot

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut Indonesia yang memiliki dua musim cocok jika mengembangkan pertanian sebagai sektor andalan. Pasalnya banyak negara maju yang juga menggarap sektor pangan secara serius.

Ia menambahkan, Provinsi Jawa Tengah selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi Jawa Tengah menempati posisi nomor 2 setelah Jawa Timur dan bisa menopang kebutuhan provinsi lain. Karena itu ia mendorong ketersediaan lahan pertanian yang cukup. Caranya dengan menekan alih fungsi lahan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mempertahankan kawasan sawah lestari.

Upaya lain yang perlu adalah dengan mengelola pengairan agar sawah-sawah milik petani tak kekurangan air. Menurut Sumanto, upaya tersebut sebenarnya sudah ada melalui pembangunan waduk dan embung. Tujuannya agar air hujan tidak langsung terserap ke tanah, namun bisa ditampung dan disalurkan ke persawahan saat musim kemarau.