JAKARTA, beritajateng.tv – Forum ekonomi paling berpengaruh di dunia kembali menjadi panggung strategis bagi Indonesia. Dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, 19–23 Januari 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama fondasi digital nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Forum tahunan ini mempertemukan pemimpin dunia, kepala negara, pelaku industri, dan akademisi dari lebih 50 negara serta ribuan perusahaan global.
Indonesia tampil melalui Indonesia Pavilion yang kembali dibuka dengan tema “Endless Horizons with Indonesia”. Menghadirkan ruang dialog strategis sekaligus etalase potensi ekonomi digital Tanah Air di mata dunia.
Keikutsertaan Telkom sejalan dengan agenda nasional transformasi ekonomi digital Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara dan KADIN.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi global, menarik investasi jangka panjang, dan memperluas kemitraan lintas sektor.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, turut hadir sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel bertajuk “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy”.
Dalam sesi tersebut, Dian menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang terhubung dan inklusif. Melalui penguatan infrastruktur serta inovasi teknologi.
“Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi. Melalui World Economic Forum Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mampu mendukung kolaborasi lintas industri. Dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global,” ujar Dian.
BACA JUGA: Komdigi Apresiasi TelkomGroup, Pemulihan Jaringan di Aceh Tamiang Capai 80 Persen
Sebagai tulang punggung konektivitas nasional, TelkomGroup telah membangun lebih dari 180 ribu kilometer jaringan backbone. Termasuk kabel bawah laut, serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Infrastruktur ini menjadi penghubung utama di negara kepulauan terbesar di dunia, sekaligus mendorong pemerataan ekosistem digital dari pusat ekonomi hingga daerah pelosok.
Peran Telkom semakin krusial seiring target nasional pemerataan akses digital. Yang menargetkan jaringan serat optik di 90 persen kecamatan dan layanan mobile broadband bagi 98 persen populasi.
TelkomGroup memastikan perluasan jaringan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Saat ini, Telkomsel melayani lebih dari 157 juta pelanggan mobile broadband, sementara IndiHome menjangkau lebih dari 10 juta pelanggan fixed broadband.
Secara keseluruhan, jaringan TelkomGroup telah mencakup sekitar 97 persen populasi Indonesia.
Tak hanya membangun konektivitas, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center berstandar internasional dan layanan cloud lokal.
Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mendukung digitalisasi pemerintah, dunia usaha, hingga UMKM. Sekaligus memastikan pengelolaan data strategis nasional berjalan aman dan andal.
Pada 2026, fasilitas Hyperscale Data Center di Cikarang serta HDC NeutraDC Nxera Batam yang telah siap mendukung teknologi kecerdasan buatan mulai beroperasi penuh.
Fasilitas ini hadir untuk melayani kebutuhan hyperscaler dan perusahaan global, didukung ekosistem konektivitas internasional serta standar operasional kelas dunia.
TelkomGroup juga menempatkan keandalan dan keamanan layanan sebagai prioritas utama.
Hal ini dapat terwujud melalui penguatan rute jaringan, diversifikasi jalur kabel laut untuk meminimalkan risiko gangguan. Serta penerapan standar keamanan internasional demi menjaga stabilitas dan kepercayaan pelanggan.
“Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global. TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner internasional. Untuk menghadirkan inovasi digital yang memberi nilai jangka panjang bagi bangsa,” tambah Dian. (*)
Editor: Elly Amaliyah





