Gaya Hidup

Hadir Tanpa Dialog, Berikut 3 Fakta Menarik Tentang Film Horor Berjudul Siksa Kubur

×

Hadir Tanpa Dialog, Berikut 3 Fakta Menarik Tentang Film Horor Berjudul Siksa Kubur

Sebarkan artikel ini
Film siksa kubur
Poster film horor Siksa Kubur. (Foto: Instagram/@siksakubur.movie)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film ini menjadi lebih istimewa karena merupakan adaptasi dari film pendek tanpa dialog berjudul “Siksa Kubur” atau “Grave Torture” (2012) yang rilis di YouTube oleh Joko Anwar. “Grave Torture” (2012) tetap menjadi salah satu film pendek Joko Anwar yang paling dipuji.

Penonton menantikan versi film panjang dari “Grave Torture” (2012) yang akan rilis pada hari ini, tanggal 11 April 2024. Berikut beberapa fakta menarik tentang film tersebut.

5 Fakta Menarik Film Siksa Kubur

Joko Anwar berbicara lewat bahasa visualnya

Joko Anwar menggunakan bahasa visual untuk berkomunikasi dengan penonton, terutama karena film pendek “Siksa Kubur” atau “Grave Torture” (2012) tidak memiliki dialog. Meskipun begitu, penonton dapat memahami identitas jenazah yang berada di dalam peti mati.

BACA JUGA: Merinding! Begini Review Film Horor Siksa Kubur yang Bikin Penontonnya Auto Pada Tobat

Ini disebabkan oleh fokus kamera pada berita tentang seorang pembunuh berantai yang tewas. Selain itu, penonton dapat mengetahui bahwa anak laki-laki berambut keriting yang memasuki peti mati adalah anak dari pembunuh tersebut.

Hal itu karena ketika ia hendak menyalakan lilin, terlihat tulisan ‘Untuk Anakku’ di pemantik lilin berwarna silver. Setelah itu, kamera memperlihatkan foto keduanya.

Hadir tanpa dialog, namun sound effect memberikan efek jumpscare

Dalam karya Joko Anwar ini, berbeda dengan kebiasaan di mana efek suara biasanya membantu penonton mengantisipasi ritme dari jumpscare dalam sebuah film. Di sini, jumpscare yang dialami penonton berasal dari efek suara, bukan dari visual hantu atau kekerasan.

Ketika anak laki-laki berjalan menuju peti mati ayahnya, suasana sekitarnya terasa hening meskipun ada sedikit kebisingan dari pelayat. Pilihan penggunaan suara seperti ini tampaknya menggambarkan keadaan anak laki-laki tersebut yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

BACA JUGA: Film Siksa Kubur Segera Hadir di Bioskop 2024, Begini Sinopsisnya