SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah telah merencanakan untuk mengirimkan hanya 120 atlet dalam ajang SEA Games 2025 yang bakal berlangsung di Thailand pada tahun 2025. Ini berbeda dengan jumlah pendaftaran atlet yang diumumkan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada akhir bulan Juni. Tercatat ada sebanyak 1. 548 atlet.
Sebelumnya, mengacu pada informasi jumlah atlet yang diumumkan di situs resmi OCA pada 29 Juni, Indonesia telah mendaftarkan 1. 548 atlet untuk event dua tahunan tersebut.
Akan tetapi, baru-baru ini, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan bahwa Indonesia mungkin hanya akan mengirimkan 120 atlet.
BACA JUGA: Daftar Pemain TC Timnas U23 Indonesia SEA Games 2025, Formasi Lengkap?
Penjelasan Pemerintah Mengenai Pengiriman Hanya 120 Atlet SEA Games 2025
Erick Thohir menjelaskan bahwa salah satu alasan utama mengapa Indonesia hanya akan mengirimkan 120 atlet ke SEA Games 2025 adalah karena keterbatasan anggaran. Dukungan dana untuk mengikuti SEA Games 2025 saat ini hanya berjumlah Rp10 miliar.
Menurut penjelasan Erick, jumlah dana yang tersedia itu jauh lebih kecil daripada perkiraan pengeluaran untuk SEA Games yang biasanya berkisar antara Rp45 miliar hingga Rp65 miliar. Ia akan segera melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas kemungkinan penambahan anggaran untuk olahraga.
Namun, jika ingin menambah jumlah atlet Indonesia yang berpartisipasi di SEA Games, Erick Thohir hanya memiliki waktu sekitar dua bulan sebelum SEA Games 2025 pada 9 Desember mendatang.
BACA JUGA: Jalani Latihan untuk SEA Games 2025, Timnas U23 Tak Ada TC Luar Negeri?
Refleksi SEA Games Sebelumnya
Sebagai perbandingan, pada dua penyelenggaraan SEA Games sebelumnya, jumlah atlet Indonesia yang ikut serta dalam ajang tersebut berkisar antara 400 hingga 500 orang. Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia mengirimkan 599 atlet. Sedangkan pada edisi 2021 di Hanoi, terdapat 476 atlet yang berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga.
Di sisi lain, masalah berkurangnya anggaran di bidang olahraga sudah muncul sejak awal tahun ini. Pada bulan Februari lalu, persiapan Indonesia untuk Olimpiade 2028 dan SEA Games 2025 terhambat akibat program efisiensi anggaran.
Pengurangan anggaran tersebut mengakibatkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk kedua ajang tersebut harus berkurang dan hanya berfokus pada cabang olahraga unggulan.
Meskipun demikian, pada bulan Mei lalu, Menpora sebelumnya, Dito Ariotedjo, mengungkapkan bahwa telah melakukan upaya pemulihan anggaran untuk olahraga bersama Kementerian Keuangan pada saat itu terkait pendanaan pelatnas.
Semoga Indonesia bisa memberikan yang terbaik untuk mendukung para atlet di ajang SEA Games 2025. (*)













