SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama setelah dampaknya mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil hingga konsumen. Fenomena ini bahkan viral di media sosial, ditandai dengan munculnya berbagai meme kreatif dari warganet.
Lonjakan harga plastik di sebut-sebut berkaitan dengan konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel. Ketegangan tersebut berdampak pada distribusi dan ketersediaan bahan baku plastik di pasar global, sehingga memicu kenaikan harga yang signifikan.
Bahkan, sejumlah laporan menyebutkan harga plastik mengalami kenaikan drastis hingga mencapai 250 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Viral di Media Sosial, Muncul Meme Daun Pisang
Kondisi ini kemudian menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Salah satu unggahan yang viral berasal dari akun X (Twitter) @tanyarlfes pada 5 April 2026.
BACA JUGA: Sulap Plastik Bekas Jadi Rupiah, Petani Blora Isi Waktu Luang Bikin Kerajinan Tangan
Dalam unggahan tersebut, tampak foto semangkuk bakso yang dikemas menggunakan daun pisang sebagai pengganti plastik. “Serius tanya, emangnya harga plastik lagi mahal atau gimana nih?” tulis akun tersebut.
Cuitan ini dengan cepat menyebar luas dan memiliki views 1,5 juta pengguna. Banyak warganet yang kemudian ikut menanggapi dengan pengalaman dan opini mereka terkait kenaikan harga plastik.
Keluhan Pelaku Usaha Bermunculan
Sejumlah pelaku usaha kecil mengaku mulai merasakan dampak langsung dari kenaikan harga plastik. Mereka menyebut biaya operasional meningkat karena harga kemasan melonjak tajam.
“Iya banget, harga tertinggi selama suamiku jualan tali tampar. Biasanya masih lumrah naiknya, ini per kilogram sampai naik drastis,” tulis akun @hellorondok.
Keluhan serupa juga pedagang lain sampaikan. “Aku jual serba Rp5.000 juga bingung. Barangnya besar tapi pembeli tetap minta plastik, bahkan kadang double. Kalau enggak di kasih, mereka komplain,” ujar akun @double__u.
Selain itu, ada pula pelaku usaha yang mengungkapkan bahwa harga dari pemasok naik hingga 40 persen, sehingga mereka harus memutar otak untuk menekan biaya produksi dan logistik.
“Iya kak, supplierku naikin harga sampai 40 persen. Jadi bingung harus tekan biaya dari mana lagi,” ungkap akun @moodarrr1.
BACA JUGA: Waspada! Air Hujan di Semarang Mengandung Mikroplastik, Peneliti: Bisa Berdampak ke Fungsi Otak
Di tengah situasi ini, sebagian warganet melihatnya sebagai momentum untuk kembali menggunakan kemasan tradisional yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang.
Selain lebih murah, penggunaan daun pisang juga dinilai lebih berkelanjutan dan dapat mengurangi limbah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan. (*)





