“Selain itu, saya juga mengikuti sejumlah kampanye di Tokopedia. Seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB), Home Living SALEbrations, Flash Sale, Kejar Diskon. Dan tidak lupa menggunakan fitur Banner Toko untuk memaksimalkan tampilan toko agar lebih menarik. Dengan mengikuti berbagai kampanye dan memaksimalkan fitur, saya banyak mendapatkan pembeli baru,” tambahnya.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Regional) Tokopedia, Rizky Juanita Azuz mengatakan bahwa masyarakat Kota Semarang memiliki minat yang tinggi terhadap produk-produk. Di kategori Makanan & Minuman, Kesehatan, Otomotif, Pertukangan, serta Handphone & Tablet.
Hal ini juga membuka peluang bagi penjual dan pelaku bisnis di kota tersebut untuk mengembangkan usaha mereka di kategori-kategori tersebut.
Menarik untuk di lihat bagaimana perkembangan transaksi di kategori-kategori tersebut ke depannya dan bagaimana pelaku bisnis dapat memanfaatkan informasi ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka di Kota Semarang.
Berdasarkan data internal Tokopedia. Jumlah penjual yang mengikuti kampanye Home Living SALEbrations di Kota Semarang juga mengalami kenaikan. Kenaikan lebih dari dua kali lipat pada bulan April 2023 di bandingkan rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Program Tokopedia Bantu Peningkatan Penjualan Heritage Brass
Tokopedia di sisi lain mencatat program WIB di Semarang meningkat pada kuartal 1 tahun 2023 di banding kuartal 1 tahun 2022.
Masih pada periode yang sama, peningkatan transaksi WIB terjadi di Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Tengah, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kab. Semarang.
Sedangkan disisi lainnya Kecamatan di Kota Semarang yang mengalami peningkatan transaksi WIB pada periode sama. Yakni Kecamatan Tugu, Banyumanik, Semarang Tengah, Semarang, Tembalang.
Tren tersebut turut di dorong oleh berbagai kampanye inisiatif Hyperlocal. Serta upaya Tokopedia dalam mendukung UMKM lokal agar meraja di negeri sendiri.
“Dengan mengusung teknologi geo-tagging. Tokopedia mendekatkan penjual dengan pembeli setempat agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama. Untuk bertumbuh tanpa perlu pindah ke kota besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Rizky.





