SEMARANG, beritajateng.tv – Healing atau pemulihan dari rasa jenuh dan stres tak hanya ampuh dengan liburan saja. Akan tetapi, healing juga bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti mengerjakan hobi.
Seperti yang Sabrina Mutiara lakukan. Perempuan berusia 25 tahun itu mempunyai hobi meronce atau merangkai manik-manik.
Menurutnya, meronce bukan hanya hobi saja. Akan tetapi juga sarana self healing yang ampuh.
“Yang aku suka dari meronce adalah kayak jadi sesi healing. Soalnya kita cuma tertuju pada roncean kita, terus bisa eksplorasi sendiri, pengen ini itu bisa buat sendiri,” katanya kepada beritajateng.tv, Selasa 21 Mei 2024.
BACA JUGA: Dari Hobi Jadi Rezeki, Etty Sukses Usaha Kue Kering Rumahan Berbekal Kertas Usang
Ia sendiri telah menekuni hobi meronce selama setahun kebelakang. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat menguji kreativitasnya saat harus merangkai satu demi satu manik-manik.
Barang yang ia buat pun beragam. Mulai dari cincin, gelang, hingga kalung. Bahkan, ia pernah mencoba menjual beberapa karyanya ke teman-teman terdekat.
“Sempet jualan, tapi sekarang masih terhenti soalnya aku lagi ada kesibukan lain,” sambungnya.
Peluang bisnis meronce yang menjanjikan
Berbeda dengan Sabrina yang menganggap meronce sebagai metode self healing, Qorin Nadhivia Azhari melihatnya sebagai peluang bisnis.
Dhivia sapaannya, merintis usaha bernama Pusspace. Tak hanya menjual berbagai aksesoris manik-manik, Dhivia juga membuka workshop atau pop up store.
“Sebenarnya untuk usaha meronce nggak susah, modalnya cuma meja sama display. Tapi memang belum yang semenjanjikan itu,” katanya.
BACA JUGA: 3 Rekomendasi Kue Kering untuk Camilan di Rumah, Lengkap dengan Resepnya
Meski belum menjanjikan, Dhivia menyadari jika peluang bisnis dari hobi meronce sangatlah besar. Apalagi, tren saat ini yaitu ekspresi kreativitas cukup tinggi di media sosial.
“Omsetnya mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 10 juta, dari pop up store, workshop, sama ada nitip ke toko,” sambungnya. (*)
Editor: Farah Nazila





