Sebelumnya, kericuhan terjadi antara simpatisan Sudewo dan Aliansi Pati Ora Sepele di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang saat sidang perkara Sudewo berlangsung.
Ketegangan bermula ketika massa pendukung Sudewo bergerak ke arah barat setelah mendapat informasi adanya rombongan Aliansi Pati Ora Sepele yang datang ke Semarang untuk mengawal persidangan.
Rombongan Aliansi Pati Ora Sepele ԁisebut datang menggunakan sekitar empat bus. Mereka kemudian ԁicegat massa pendukung Sudewo sebelum tiba di kawasan Pengadilan Tipikor Semarang.
Sejumlah simpatisan terdengar meneriakkan, “Bali kono bali, ojo ngrusoi neng kene,” sembari menggedor pintu bus.
Situasi semakin memanas ketika massa turun dari bus. Pelemparan sejumlah benda tumpul juga sempat terjadi dalam kericuhan tersebut.
BACA JUGA: Kecam Tren Kekerasan Perusahaan Media, AMSI Dorong Pemerintah Jamin Keamanan Jurnalis
Petugas kepolisian kemudian berupaya memisahkan kedua kelompok dan meminta massa mundur dari lokasi. “Mundur, kembali, semua ada prosedurnya,” ujar petugas kepolisian di tengah kericuhan.
Setelah situasi berhasil ԁiredam, massa pendukung Sudewo kembali ke sekitar Pengadilan Tipikor untuk mengikuti persidangan. Sementara massa Aliansi Pati Ora Sepele tetap menyampaikan aspirasi dengan pengawalan kepolisian.
Perwakilan Aliansi Pati Ora Sepele menyatakan kedatangan mereka bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan mengawal proses hukum perkara yang menjerat Sudewo.
“Kami tidak ingin rusuh, kami juga punya hak yang sama untuk bersuara. Kami juga tidak bermaksud memusuhi SDW,” ujar perwakilan kelompok tersebut saat berorasi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





