Jateng

Serius Tuntaskan Stunting, BKKBN: 2045 Pastikan Wajah Anak Indonesia Secantik dan Seganteng Orang Korsel

×

Serius Tuntaskan Stunting, BKKBN: 2045 Pastikan Wajah Anak Indonesia Secantik dan Seganteng Orang Korsel

Sebarkan artikel ini
BKKBN Stunting
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Budi Setiyono, usai menghadiri Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Budi Setiyono, menyinggung persoalan stunting saat membahas target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 atau Indonesia Emas.

Budi bahkan mengaitkan penanganan stunting dengan kondisi fisik generasi Indonesia mendatang. Ia menyebut, Indonesia perlu memastikan anak-anak tumbuh dengan kondisi fisik yang lebih baik agar dapat sejajar dengan negara-negara maju.

Hal itu Budi sampaikan dalam sambutannya pada acara Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026.

Menurut pendapatnya, negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan sejumlah negara Eropa memiliki prevalensi stunting di bawah 5 persen. Budi kemudian menggunakan angka tersebut sebagai perbandingan dengan kondisi di Indonesia.

“Sehingga banyak di antara kita itu salah paham kenapa wajah negara kita tidak secantik orang di Jepang, tidak secantik orang di Korea Selatan, tidak secantik orang di Eropa. Itu di antaranya adalah karena negara-negara tersebut prevalensi stunting-nya sudah di bawah 5 persen,” kata Budi.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting

Ia menegaskan, Indonesia harus memastikan persoalan stunting dapat ԁitangani jika ingin mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Sehingga di tahun 2045 itu kalau kita prevalensi stunting-nya itu masih di atas 5 persen kita tidak akan bisa bermimpi negara kita itu secantik, seganteng wajah-wajah orang penduduk di negara-negara maju itu,” imbuh Budi.

Budi kemudian mengatakan target tersebut harus ԁimulai dari memastikan tumbuh kembang anak-anak Indonesia sejak sekarang. Cara utamanya yakni menyelesaikan stunting sejak ibu hamil.

“Karena kita itu sudah kadung mendeklarasikan diri akan menjadi negara maju, Indonesia Emas, pada saat 100 tahun kita merayakan kemerdekaan. Maka kita harus punya kepastian langkah untuk memastikan wajah-wajah anak-anak kita itu secantik, seganteng wajah-wajah, paling tidak seperti orang Korea Selatan sekarang ini,” tutur Budi.

Budi Sebut Prevalensi Stunting Tingkat Nasional Masih 19,8 Persen