SEMARANG, beritajateng.tv – Plafon SMAN 6 Semarang roboh akibat hujan dan angin kencang yang menerpa sejak Rabu, 29 Januari 2025.
Pantauan beritajateng.tv di lokasi pukul 12.00 WIB, plafon yang roboh masih terkumpul di bawah papan tulis sebuah ruang kelas.
Petugas kebersihan tampak menyapu sisa reruntuhan plafon yang masih ada di ruang kelas.
Kepala SMAN 6 Semarang, Dian Milasari, menyebut robohnya plafon berjenis ternit itu merupakan musibah yang tak bisa terelakkan.
“Memang bagian dari musibah. Kita tidak bisa mengelak karena Semarang akhir-akhir ini hujan deras, se-Jateng juga begitu. Jadi ini dampak dari angin semalam yang memang deras sekali,” ujar Dian saat beritajateng.tv jumpai di lokasi.
BACA JUGA: Atap Kelas Ambruk Imbas Hujan Deras, Dua Siswa SMKN 9 Semarang Dilarikan ke RS
Dian bersyukur robohnya plafon tersebut tak menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdullilah gak ada korban jiwa, hanya termit saja yang ambrol,” terang Dian.
Pihaknya menyebut, ada dua kelas yang terdampak. Robohnya plafon itu pun baru diketahui pada Rabu, 30 Januari 2025 pagi.
“Sejauh ini ada dua kelas. Waktu siswa belum datang, petugas kebersihan biasa kan bersih-bersih, kedapatan termitnya ambrol,” terang dia.
Kendati begitu, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung seperti biasa. Siswa kelas X yang kelasnya terdampak dipindah ke laboratorium dan ruang multimedia.
Sudah lapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Dian harap Dinas mau perbaiki plafon rusak
Lebih lanjut, Dian mengaku sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.
Pihak SMAN 6 Semarang berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah membantu proses perbaikan plafon yang jebol tersebut.
“Kami sebagai instansi pendidikan kan otomatis berjenjang, kita sudah laporan ke atasan. Kondisi sudah kita laporkan, semoga ada tindak lanjut untuk proses perbaikan tersebut,” beber dia.
Atas kejadian itu, Dian berharap pembelajaran tetap berjalan kondusif.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Robohkan Menara Masjid di Ungaran Semarang, Tak Ada Korban Jiwa
Kendati begitu, masih ada beberapa ruangan yang ia khawatirkan, salah satunya perpustakaan.
“Insyaallah semoga masih aman, ada perpustakaan yang sedikit mengkhawatirkan. Kita berdoa supaya tidak terjadi, langkah waspada sudah kita lakukan,“ pungkas Dian. (*)
Editor: Farah Nazila





