Meski mengaku tidak menerima intimidasi secara langsung selama proses hukum berlangsung, Sepriana berharap kasus kematian anaknya bisa diusut tuntas dan menjadi pelajaran agar kekerasan serupa tidak terulang di lingkungan militer.
Sebagai informasi, Anggota TNI berpangkat prajurit dua di Kabupaten Nagekeo, Flores Timur, NTT, Lucky Chepril Saputra Namo tewas diduga akibat dianiaya puluhan seniornya. Prada Lucky meninggal dunia pada 6 Agustus 2025 dan kini kasusnya bergulir di Pengadilan Militer III-15 Kupang. (*)





