SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perindustrian Kota Semarang menggelar malam penganugerahan IKM Fashion Award 2024 di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Kamis 30 Mei 2024.
IKM Fashion Award merupakan ajang rutin yang dihelat Dinas Perindustrian Kota Semarang, bahkan saat ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang, Alwin Basri mengatakan, produk-produk pelaku IKM patut mendapat apresiasi. Bahkan tidak kalah dari produk nasional maupun Internasional.
BACA JUGA: Puan Maharani Dorong Pemkot Semarang Angkat Potensi Batik Warna dari Alam
“Nyatanya, produk-produk (mereka, Red) bagus. Enggak kalah dengan (produk, Red) nasional maupun Internasional,” papar Alwin Basri.
Pihaknya berupaya meningkatkan produktivitas pelaku IKM melalui pelatihan-pelatihan. Rencananya, akan ada support dengan mendatangkan desainer-desainer nasional.
“Makanya akan kita latih, beri pendampingan. Bahkan kita mendatangkan desainer-desainer nasional. Mungkin nanti ada Samuel Wattimena atau lainnya agar mereka lebih produktif, dan lebih mengikuti tren tren dunia,” sebut Alwin.
Terlebih, lanjut dia, para juara IKM Fashion Award 2024 kali ini akan diikutsertakan dalam ajang fashion lainnya yang lebih populer.
Juara IKM Fashion Award Bakal Ikut Ajang Lain
“Juaranya bisa kita kirim ke ajang lain. Kalau di Jakarta itu ada fashion week, bahkan bisa juga ajang di luar negeri. Nantinya Dekranasda juga paling tidak sebulan atau dua bulan sekali akan menggelar kegiatan UMKM semacam ini,” papar dia.
Alwin menyebut, dengan melibatkan pelaku IKM dan UMKM dengan berbagai event bisa memacu kreativitas. “Hasil akhirnya dapat mempertemukan para ‘buyer’ sehingga bisa melakukan ekspor produk-produk. Bahkan bisa naik kelas UMKM-nya,” sebut dia.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Tri Supriyanto mengatakan, IKM Fashion Award merupakan agenda rutin tahunan untuk mewadahi dan mencari bibit-bibit fashion di Kota Semarang.
“Ini merupakan kegiatan keempat penyelenggaraan IKM Fashion Award yang bertujuan untuk mengangkat potensi usaha mikro menengah dan kecil di Kota Semarang,” jelasnya.
Sebanyak 123 pelaku IKM dan pelaku kreatif antusias mendaftar IKM Fashion Award dari 20 klaster. Produknya kemudian melalui kurasi oleh Dinas Perindustrian hingga mengerucut dan terpilihlah belasan IKM yang produknya tampil kali ini.
“Selama ini mereka sangat antusias sekali, dan kemajuan-kemajuan yang mereka ikuti dari awal sampai akhir bisa mengimbangi kota-kota besar,” papar dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





