Imbas Pembangunan Jembatan Wonokerto, Kerusakan Jalur Alternatif Demak Semakin Parah

Jalan alternatif Demak rusak parah. /Foto: Wisnu Budi.

 

Demak, 10/11 (BeritaJateng.tv) – Jalur alternatif utama Mranggen – Onggorawe dan Karangawen – Buyaran kabupaten Demak mengalami kerusakan yang cukup parah.

Hal ini disebabkan kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus melintas di jalur tersebut, mengingat adanya proyek pengerjaan jembatan Wonokerto dijalur Pantura yang tak kunjung selesai.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak Sugiarto, Kamis (10/11).

Dirinya mengaku jika kerusakan parah di jalur alternatif tersebut perlu segera dilakukan perbaikan akan tetapi hal tersebut tentunya belum bisa dilakukan lantaran proyek jembatan Wonokerto belum juga selesai.

” Kita sudah koordinasikan dengan berbagi pihak dalam hal ini tingkat provinsi, dalam waktu dekat ini kita juga akan berkoordinasi dengan kontraktor pembangunan jembatan Wonokerto,” ucapnya.

Ada beberapa titik di an kerusakannya tergolong parah diantaranya Buyaran – Guntur, Pamongan – Bulusari meski demikian kita akan sampaikan kepada pihak pemerintah provinsi, mengingat perbaikan jembatan Wonokerto merupakan proyek nasional dan koordinasinya pun dengan pemerintahan juga.

” Ini kan imbas proyek nasional, dampaknya jalan daerah dan sisi baiknya dari pihak kontraktor lewat media dirinya siap akan bertanggungjawab akan kerusakan jalan alternatif tersebut,” tutur Kepala Dinas PU Kabupaten Demak.

Seperti yang sudah diberitakan Beritajateng.Net kemarin, dalam hal ini Fachrizal Nakim, Projek Manager PT Bukaka selaku kontraktor pekerjaan Jembatan Wonokerto mengatakan jika pihaknya akan melakukan analisa terlebih dahulu terkait rusaknya jalan alternatif milik kabupaten atau provinsi tersebut.

” Kita akan lakukan identifikasi terlebih dahulu mana yang akan kita perbaiki dan kita akan koordinasikan bersama dengan pihak PUPR,” ucap Fachrizal. (BW/El)

Leave a Reply