Jateng

Industri Garmen di Semarang Sulit Serap Tenaga Siap Kerja, Ini Solusi Komisi IX DPR RI

×

Industri Garmen di Semarang Sulit Serap Tenaga Siap Kerja, Ini Solusi Komisi IX DPR RI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pekerja di pabrik tekstil. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi pekerja di pabrik tekstil. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah perusahaan garmen yang berada di Kabupaten Semarang masih kesulitan untuk mendapatkan karyawan yang siap kerja.

Lulusan SMK yang ada di daerah ini ternyata juga kurang terampil untuk bisa langsung terserap oleh perusahaan garmen yang membutuhkan.

Hal ini terungkap dari kunjungan kerja rombongan Komisi IX DPR RI, di kantor Bupati Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 12 September 2025.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto mengatakan, selama ini perusahaan garmen yang membutuhkan tenaga kerja, masih harus melatih SDM yang direkrut.

Pelatihan minimal berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan tenaga dari lokal maupun luar Kabupaten Semarang, bahkan hingga luar provinsi (Sumatera).

“Sehingga di Kabupaten Semarang butuh dukungan pelatihan bagi calon tenaga kerja untuk kualifikasi industri garmen,” kata legislator PDI Perjuangan ini.

BACA JUGA: Blusukan ke Pabrik Tekstil di Tengah Lesunya Industri Garmen, Andika-Hendi Tanggapi Akankah UMP Naik?

Oleh karena itu, lanjut Edy, Komisi IX DPR RI akan mendorong masukan dari Kabupaten Semarang ini kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI.

Karena di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) di tahun 2025 ini ada program penyediaan lowongan kerja. Dengan target hingga 53 ribu orang tenaga kerja.

Ia berharap dari program Kemenaker ini sebagian juga dapat terwujudkan dalam bentuk pelatihan vokasi, untuk menyiapkan tenaga siap kerja.

“Mudah-mudahan 3.000 di antaranya bisa masuk di Kabupaten Semarang. Untuk pelatihan tenaga kerja bagi kebutuhan industri garmen tersebut,” tandas Edy.

Sementara itu, Pemkab Semarang mengakui telah mengupayakan solusi atas persoalan yangbdihadapi industri garmen dalam menyerap tenaga siap kerja tersebut.

BACA JUGA: Jawa Tengah Antisipasi Dampak Tarif Ekspor AS, Targetkan Perluasan Pasar ke Eropa

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman, ini dilakukan melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja di perusahaan garmen.

Program ini menyasar 600 orang per tahun. “Pelaksanaan program ini dibiayai APBN dan APBD Kabupaten Semarang,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila