Infrastruktur Sudah Bagus, Dana Desa Bisa Diarahkan untuk Pemberdayaan Masyarakat

Para narasumber Dialog Aspirasi Jateng bertema “Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Studio TATV Solo. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SOLO, 22/10 (beritajateng.tv) – Dana desa membuat sumber pemasukan untuk desa meningkat. Dalam UU No 6/2014 tentang Desa, tujuan disalurkannya dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, dan mandiri.

Dengan adanya Dana Desa, desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Jateng, M Chamim Irfani dalam Dialog Aspirasi Jateng bertema “Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Studio TATV Solo, belum lama ini.

Menurutnya Dana Desa yang telah digelontorkan pemerintah pusat juga harus diupayakan untuk pembangunan irigasi.

“PSDA  punya kewenangan 108 daerah irigasi, apa yang tersampaikan penggunaan dana desa bukan hanya untuk jalan dan jembatan, sekarang memulai infrastruktur di sektor pertanian. Dari 108 irigasi tidak semuanya baik. Infrastruktur irigasi dijalankan supaya air bisa sampai ke hilir,” ucap Chamim dalam acara yang dipandu Host Nurkholis dan Co Host Okfied Sosendar tersebut.

Selain itu, dengan disahkan raperda desa wisata juga dapat mendongkrak pendapatan asli desa tersebut untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Senada, Plh Kepala Dispermasdes Jateng Didi Haryadi mengatakan, penggunaan dana desa untuk infrastruktur yang dulu dalam peraturan menyebutkan pembangunan desa, saat ini pembangunan jalan dan jembatan berkembang pesat di desa.

“Infrastruktur di desa sudah bagus tapi pemahaman infrastruktur jangan cuma jalan, namun bagaimana sektor perkebunan, pertanian. Tidak hanya untuk ekonomi tapi untuk kebutuhan di desa yang berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, alokasi Dana Desa tahun 2015 di Jateng Rp 2,2 triliun untuk 7.900 desa. Rata-rata per desa mendapatkan alokasi Rp 285 juta.

“Jumlah itu jika dibikin jalan dan jembatan pasti pembangunan di desa sangat bagus. Jika ditotal dari tahun 2015-2022, alokasi dana desa yang telah dikucurkan di Jateng Rp 52 triliun, kondisi 2022 kita mendapat Rp 8,1 triliun, rata-rata per desa mendapatkan Rp 1,03 miliar,” pungkasnya.

Sementara Kaprodi Administrasi Negara FISIP Unisri, Joko Suranto menjelaskan, penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply