Hukum & Kriminal

Ingat Kasus Pengasuh Ponpes di Semarang Cabuli Santriwati? Terdakwa Dijatuhi Hukuman Bui 15 tahun

×

Ingat Kasus Pengasuh Ponpes di Semarang Cabuli Santriwati? Terdakwa Dijatuhi Hukuman Bui 15 tahun

Sebarkan artikel ini
Guru Ngaji Cabul | Pencabulan Santriwati
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Hikmah Al Kahfi yang berlokasi di Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, MA alias BAA, atas tindak pencabulan terhadap seorang santriwati.

Juru bicara PN Kota Semarang Haruno Patriadi mengatakan, putusan yang keluar dalam sidang tertutup untuk umum tersebut sama seperti tuntutan jaksa.

BACA JUGA: Tak Hanya Lecehkan Santriwati, Pimpinan Ponpes di Semarang Ini Juga Tipu Jamaah Sampai Ratusan Juta

Ia mengatakan putusan tersebut keluar dalam sidang pimpinan Hakim Ketua Sri Astuti pada Kamis, 18 April 2024.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp1 miliar yang jika tidak membayar maka akan ganti dengan kurungan selama 6 bulan.

BACA JUGA: Lakukan Pencabulan, Begini Modus Pimpinan Ponpes di Semarang Lecehkan 6 Santriwati

“Terdakwa juga dijatuhi hukuman untuk membayar restitusi sebesar Rp30,8 juta kepada korban,” tutur Patriadi.

Dalam perkara tersebut, lanjut Patriadi, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

BACA JUGA: Respons Kasus Pencabulan 6 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes, Kemenag Jateng Tegaskan Lembaga Tak Kantongi Izin

Peristiwa pencabulan terdakwa MA alias BAA terhadap korban MJ terjadi pada kurun waktu April hingga Desember 2021.

Terdakwa menurut dugaan mencabuli korban dengan melakukan pengancaman di sebuah hotel di Kota Semarang. (ant)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp