SEMARANG, beritajateng.tv – Perupa sekaligus pensiunan guru seni budaya SMP Negeri 9 Semarang, Goenarso memamerkan 22 karya di De Warisan Art and Curio Gallery, Kota Lama, Semarang. Pameran karya lukis tunggal ini ia lakukan mulai dari 10 sampai 20 Desember 2023.
Mengusung tajuk ‘Border’, Goenarso melalui karya lukis bercorak abstrak dekoratifnya seolah menunjukkan bahwa ia masih bisa berkarya meski di tengah keterbatasan kondisi kesehatannya.
Christian Heru Cahyo Saputro, Pengantar Pameran yang juga seorang jurnalis menjelaskan, pameran karya lukis ini adalah wadah bagi Goenarso untuk memajang karya-karya yang sekaligus menjadi bukti dari perjalanan spiritualnya. Terlebih dari karyanya, kata Heru, mata hati Goenarso terlihat semakin tajam dalam memandang kehidupan.
Heru melanjutkan, konsep spiritual telah menjadi jiwa dalam karya-karya Goenarso. Ide penyelenggaraan pameran ini bahkan muncul dari sikap Goenarso yang menyadari keterbatasannya sebagai manusia.
BACA JUGA: Tiap Foto Punya Cerita Tersendiri, Pesona Nusantara Tampil Menawan Lewat Pameran Fotografi
“Bagi sebagian orang, batas-batas itu nyata, terletak pada waktu dan tempat. Sementara bagi yang lain, sifat perbatasan dapat diabstraksikan dan didiskusikan secara umum,” kata Heru saat beritajateng.tv berkunjung dalam pameran karya lukis De Warisan Art and Curio Gallery, beberapa waktu yang lalu.
Adapun arti Border, lanjut Heru, juga beragam dan multitafsir. Mulai dari titik temu kepentingan politik, ekonomi, sosial, hingga budaya. Goenarso sendiri mengartikan border sebagai batas yang harus manusia ingat selama hidup di dunia.
“Ada batas yang disepakati tidak boleh dilanggar dan mengingatkan bahwa yang tak terbatas adalah kekuatan dan kekuasaan Tuhan, sedangkan kita sebagai manusia harus selalu menerima konsekuensi dari hidup dan kehidupan ketika menjalani hidup ini,” kata Goenarso dalam keterangannya.
Sekaligus sebagai pengingat akan rasa syukur kehadiran Tuhan
Lebih lanjut, Goenarso memandang pameran karya lukis ini sebagai bentuk perwujudan dari rasa syukurnya yang masih bisa berkarya dengan segala keterbatasan. Sebagai informasi, Goenarso sempat menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu karena kesehatannya memburuk.
Namun, hal tersebut seakan menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak membatasinya dalam berkarya.
“Saya merasa bersyukur dengan keterbatasan masih bisa mempersembahkan pameran karya lukis dengan segala keterbatasannya,” imbuhnya.
BACA JUGA: Menikmati Pameran Foto Selaras 2023, Menangkap Sebuah Cerita Lewat Objek Visual
Sebelumnya, Goenarso pernah menggelar dua kali pameran tunggalnya. Yang pertama berjudul ‘Satoe’ di Tan Art Gallery, Semarang (2022), dan yang kedua bertajuk ‘Say It With Colo’ di Apel Watoe Contemporary Art Gallery, Magelang (2022).(*)
Editor: Farah Nazila













