“Kita tetep melakukan regenerasi, mengumpulkan anak-anak yang muda-muda yang memang mau belajar. Kita siap mengajari dari 0,” ucap Bambang yang telah melestarikan musik keroncong sejak tahun 1996 itu.
Sementara itu, salah satu penonton, Muhammad Fajar mengaku senang bisa kembali mendengar musik keroncong. Apalagi, terakhir kali ia datang ke event keroncong sudah lebih dari setahun yang lalu.
BACA JUGA: SD Negeri Pekunden Semarang Gelar ‘Konser Musik Time Step 1’ , Ajak Siswa Cintai Seni Musik
“Keroncong ini lebih segmented, nggak semua orang bisa suka keroncong, setau saya juga keroncong sedang diupayakan menjadi salah satu warisan dunia, jadi event seperti ini patut mendapat apresiasi,” ungkapnya.(*)
Editor: Farah Nazila





