Eggiansyah mengatakan harga uang kuno ditentukan oleh beberapa faktor utama. Faktor pertama adalah tingkat kelangkaan atau scarcity. Semakin sulit ditemukan, nilai uang tersebut cenderung semakin tinggi.
Selain itu, usia uang juga memengaruhi harga jual. Uang yang lebih tua umumnya memiliki nilai lebih mahal daripada koleksi yang lebih baru.
“Yang kedua dari tahun atau usianya. Biasanya makin tua cenderung makin mahal,” katanya.
Faktor berikutnya adalah material. Uang kuno berbahan emas atau perak biasanya memiliki harga lebih tinggi daripada bahan lainnya karena memiliki nilai intrinsik tambahan.
Tak hanya itu, kondisi fisik uang juga menjadi penentu penting dalam dunia numismatik. Koleksi yang masih terawat dan memiliki kualitas bagus akan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Makin bagus kondisi uang kuno tersebut, makin tinggi juga harga dan kualitasnya,” ujarnya.
BACA JUGA: Jadwal Final Piala Asia Timnas Futsal Indonesia VS Iran : Pembuat Sejarah Melawan Juara Bertahan Piala Asia
Melihat tren yang terus berkembang, Eggiansyah berharap minat generasi muda terhadap uang kuno semakin meningkat, tidak hanya untuk investasi tetapi juga untuk menjaga nilai sejarah dan budaya.
“Kita berharap generasi mendatang bisa lebih tertarik lagi dengan uang kuno Indonesia maupun luar negeri dan bisa melestarikan nilai sejarah serta kebudayaan,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





