Sejumlah Investor Tahan Komitmen Invesyasi di Tengah Situasi Geopolitik Global
Beberapa investor bahkan ԁisebut masih menahan komitmen investasi mereka. “Yang ragu-ragu itu ada, terutama dari negara seperti Uni Emirat Arab, kemudian juga dari China,” katanya.
Meski demikian, Sakina menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada investor yang secara resmi membatalkan rencana investasi di Jawa Tengah. Kondisi yang terjadi lebih pada penundaan atau kehati-hatian, bukan penarikan ԁiri.
“Belum ada yang mundur. Kami masih terus melakukan identifikasi kepeminatan atau letter of intent dari para pelaku usaha,” tegasnya.
Di tengah kondisi tersebut, realisasi investasi tetap berjalan. Selain proyek dari India di Kota Semarang, investasi lain juga mulai bergerak, salah satunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
“Sabtu kemarin sudah ada groundbreaking dari PMA di KEK Kendal,” ujar Sakina.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus berupaya menjaga minat investor dengan memastikan kemudahan proses investasi, mulai dari perizinan hingga pendampingan di lapangan.
“Kami berusaha meyakinkan bahwa Jawa Tengah ini punya competitiveness, punya keunggulan, dan kami dampingi proses perizinannya,” jelasnya.
BACA JUGA: Ekspor Garmen ke AS Disebut Tetap Stabil, Konflik Global Hanya Berdampak pada Tarif
Upaya tersebut juga ԁilakukan dengan mendorong komitmen awal dari investor melalui mekanisme letter of intent yang kemudian ԁiarahkan menjadi realisasi investasi.
Selain itu, dalam waktu dekat juga akan ada penandatanganan sejumlah komitmen investasi baru dari investor dalam dan luar negeri.
“Pada kegiatan CCIPF tanggal 11 nanti juga akan ada beberapa signing investasi, baik PMA maupun PMDN,” imbuhnya.
Sakina menekankan, keberlanjutan investasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.
“Kami yakin multiplier effect dari investasi ini luar biasa, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, hingga menekan kemiskinan,” tandasnya.





