Dwi mengungkapkan, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Bahkan pada Desember 2025, sebagian genting ruang kelas sempat ambruk sehingga sekolah harus melakukan perbaikan darurat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Waktu itu genting sempat roboh. Kami perbaiki memakai dana BOS, tetapi hanya sebagian saja. Dana BOS tidak cukup untuk memperbaiki seluruh bangunan yang rusak,” jelasnya.
Guru senior SD Negeri Pendrikan Lor 02, Ratna Armina, menambahkan bangunan yang rusak belum pernah menjalani renovasi besar selama kurang lebih 15 tahun terakhir.
Menurutnya, sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan rehabilitasi kepada instansi terkait, namun hingga kini belum terealisasi.
“Sudah sekitar 15 tahun belum ada renovasi besar. Kami sudah mengajukan perbaikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap Ratna.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, sekolah tetap berupaya memberikan layanan pendidikan bagi 298 siswa. (*)





