SEMARANG, beritajateng.tv – Isu dugaan jual beli harimau di Semarang Zoo ramai jadi perbincangan warganet dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi kabar tersebut, Pemerintah Kota Semarang akhirnya angkat bicara dan memastikan telah melakukan langkah investigasi. Hal ini untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dan langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Menurutnya, isu yang beredar masih simpang siur dan perlu verifikasi secara menyeluruh.
“Kami sedang melakukan investigasi. Kemarin saya minta Asisten II untuk melihat langsung. Apakah benar ada penjualan satwa atau justru pertukaran dengan satwa lain,” kata Agustina.
Agustina menegaskan Pemkot Semarang berkomitmen bersikap terbuka dalam mengusut isu tersebut. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai narasi yang beredar sebelum ada kejelasan resmi dari hasil pemeriksaan.
“Informasi di media sosial itu belum tentu benar. Bisa saja yang terjadi adalah kerja sama atau pertukaran satwa. Karena itu, kami minta tim untuk turun langsung dan memastikan faktanya,” ujarnya.
BACA JUGA: Dugaan Jual Beli Satwa Hingga Kunjungan Wisatawan Turun, Semarang Zoo Harus Segera Berbenah
Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, membenarkan bahwa pihaknya masih mendalami dokumen yang disampaikan manajemen Semarang Zoo. Ia menyebut sementara ini indikasi yang muncul bukan penjualan, melainkan pertukaran satwa.
“Saya masih mempelajari dokumen yang ada. Dari dokumen tersebut, terlihat adanya mekanisme pertukaran satwa dengan kebun binatang lain,” jelas Hernowo.
Ia menambahkan, proses pertukaran satwa tersebut telah mengantongi izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Pertukaran dilakukan untuk melengkapi koleksi satwa yang belum ada di Semarang Zoo dengan nilai yang setara.
“Contohnya harimau tukar dengan kapibara atau satwa lain yang belum ada di Semarang Zoo. Prinsipnya, koleksi itu harus seimbang dan sesuai ketentuan,” katanya.





