Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menegaskan bahwa penanganan masalah perempuan dan anak kini menjadi atensi serius berbagai pihak. Yaitu mulai dari PBB, Komnas HAM, hingga KPAI.
Keseriusan Polri dalam isu ini juga tampak dari pembentukan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) di tingkat Polda.
“Polri sangat serius dalam menangani perkara yang melibatkan masalah perempuan dan anak. Di Polda sudah terbentuk Direktorat PPA dan PPO. Itu merupakan wujud keseriusan dari kepolisian dalam penanganan kasus terhadap perempuan, anak, dan perdagangan orang,” ujar AKBP Wawan.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan anugerah sekaligus motivasi bagi seluruh personel, khususnya penyidik, untuk bekerja lebih maksimal.
BACA JUGA: Klaim Lahan Pribadi, Warga di Blora Pasang Pondasi di Tengah Jalan Desa
“Saya berharap penghargaan ini menjadi pemicu untuk semakin maksimal dan profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita menjadi penyidik-penyidik yang handal di bidang tugasnya masing-masing. Jadilah polisi yang baik, yang selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Ketua Nasional TRC-PPA Indonesia, Jeny Claudya Lumowa, menyatakan bahwa pola penanganan kasus PPA yang Polres Blora terapkan menunjukkan pendekatan yang komprehensif. Yakni mulai dari penegakan hukum, perlindungan korban, hingga upaya pencegahan.
“Model penanganan yang Polres Blora lakukan layak menjadi rujukan nasional dalam upaya perlindungan perempuan dan anak,” ujar Jeny dalam keterangannya.
Penghargaan ini harapannya menjadi motivasi bagi Polres Blora untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Juga sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





