Kuliner

Jadi Langganan Menteri Basuki hingga Mbak Ita, Ini Rahasia Tahu Pong Gajah Mada Semarang Sejak 1955

×

Jadi Langganan Menteri Basuki hingga Mbak Ita, Ini Rahasia Tahu Pong Gajah Mada Semarang Sejak 1955

Sebarkan artikel ini
Tahu Pong Gajah Mada Semarang
Warung Tahu Pong legendaris sejak tahun 1955 yang berada di Jalan Gajah Mada Semarang, Selasa, 5 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tahu pong menjadi salah satu kuliner khas dari Kota Semarang. Makanan yang sekaligus bisa menjadi kudapan ini ternyata juga favorit para menteri, salah satunya yaitu Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Salah satu warung tahu pong yang kerap Menteri Basuki samperi saat berkunjung ke Semarang adalah warung legendaris berusia puluhan tahun bernama Tahu Pong Gajah Mada. Punya julukan tersebut sebab warung itu berada di Jalan Gajah Mada, Semarang.

Lestari, pengelola Tahu Pong Gajah Mada generasi kedua, mengaku pelanggan warungnya memang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari artis, pejabat, hingga menteri.

Bahkan, Basuki Hadimuljono menyempatkan mampir ke Tahu Pong Gajah Mada saat menghadiri pembukaan PORNAS XVI KORPRI, beberapa waktu yang lalu.

“Pelanggannya dari berbagai kalangan, ada artis, pejabat, kemarin terakhir ada Menteri PUPR Pak Basuki. Selain itu Pak Hendrar Priadi juga sering beli, kalau Mbak Ita juga sering tapi lebih sering bungkus,” katanya kepada beritajateng.tv seraya melayani pembeli, Selasa, 5 September 2023.

BACA JUGA: Gunakan Rempah Asli, Wedang Jahe Rempah Mbah Jo Ramai Kawula Muda hingga Tua, Harga Cuma 10 Ribuan

Lebih lanjut, Lestari menjelaskan bahwa warung tahu pongnya sendiri telah ada sejak tahun 1955. Awalnya, kakek dan neneknya yaitu Sutikno dan Ngatini merintis usaha ini dengan membuka warung tahu pong di kawasan Kranggan Semarang. Tahu pong sendiri berasal dari kata ‘kopong’ atau kosong.

Barulah sejak tahun 1972 pindah ke Jalan Gajah Mada sehingga masyarakat sekarang lebih mengenal dengan nama Tahu Pong Gajah Mada. Saat ini, Lestari mengelola usaha ini bersama generasi kedua, Marsiah.

“Sekarang yang mengelola saya dan ibu. Jadi ibu memang masih sering turun langsung menggoreng tahu atau isiannya,” lanjutnya.

Ciri khas tahu pong Gajah Mada Semarang terletak pada bumbu dan acar

Saat ini memang banyak usaha yang turut menjual tahu pong sebagai menu andalannya. Namun, menurut Lestari, yang membedakan tahu pong miliknya dan di tempat lain adalah cita rasa bumbu dan jenis tahu yang ia gunakan.

Untuk bumbunya, Lestari mengaku masih mempertahankan resep sejak generasi pertama, yaitu bumbu kuah yang berisi kecap, bawang, dan petis. Sedangkan untuk tahu, ia menggunakan tahu tawar.

BACA JUGA: Berawal dari Resep Majalah hingga Punya Cabang, Begini Kisah Tugiyo Rintis Usaha Minuman Rempah

“Tahu dan bumbunya memang dipisah, jadi cara makannya kaya makan pempek palembang, dicocol ke kuah, biar bisa sesuai selera. Selain itu juga ciri khasnya kami ada acar lobak putih,” ungkapnya.

Sedangkan untuk harga satu porsi tergantung jenisnya. Tahu Pong Gajah Mada menyediakan beragam menu mulai dari tahu pong, tahu gimbal, dan tahu templek, hingga tahu komplet. Rata-rata harga berkisar mulai dari Rp15 ribu s.d. Rp30 ribu. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp