Politik

Buka Debat Pilwalkot Semarang, Visi Misi Agustina-Iswar: Rp25 Juta Per RT dalam Setahun

×

Buka Debat Pilwalkot Semarang, Visi Misi Agustina-Iswar: Rp25 Juta Per RT dalam Setahun

Sebarkan artikel ini
Sengketa Semarang | Pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang nomor urut 01, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin dalam debat perdana Pilwalkot di Semarang. (Dok)
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang nomor urut 01, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, dalam debat perdana Pilwalkot di Semarang. (Foto: YouTube/KPU Kota Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Paslon Pilwalkot Semarang nomor urut 01, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) membuka debat publik dengan memaparkan visi-misinya.

Debat sesi pertama Pilwalkot Semarang berlokasi di MG Settos Hotel pada Jumat, 1 November 2024. Adapun debat ini memiliki tema ‘Ekonomi, Infrastruktur, dan Ketahanan Kota’.

Agustina menjelaskan bahwa sejak dulu Semarang menjadi kawasan barang jasa dan sebagai pusat logistik serta penghubung antar wilayah di Jawa. Hal ini karena Semarang memiliki pelabuhan, bandara, stasiun kreta serta kawasannya memiliki pantai daratan dan laut.

Laju ekonomi Kota Semarang, papar Agustina, tahun 2023 sebesar 5,3 persen. Angka tersebut lebih besar dari rata-rata nasional sebesar 5,02 persen.

“Visi kami mewujudkan semarang menjadi Kota perekonomian yang maju lestari berkeadilan dan inklusif atau kami sebut dengan jargon Semarang Bersatu Semarang semakin hebat,” jelasnya.

BACA JUGA: Debat Pertama Pilwalkot Semarang 1 November 2024, Berikut Lima Panelisnya

Agustina mengatakan bahwa program yang baik akan diteruskan dengan menambahkan kreasi dan hal baru untuk mewujudkan warga yang berbahagia.

“Program kami dirumuskan untuk mewujudkan ketahanan kota dan mengelola pemerintahan, kemudahan serta keterbukaan pelayanan publik, penyiapan SDM unggul dan pembangunan karakter, pemerataan layanan kesehatan, penanggulangan masalah sosial, penguatan budaya dan peningkatan pariwisata,” papar Agustina.

Agustina melanjutkan, tantangan pertama tentang Ekonomi, infrastruktur, dan ketahanan kota bisa dengan penggunaan APBD sebesar-besarnya untuk warga Kota Semarang dengan 25 juta rupiah per RT pertahun.

Agustina juga berjanji bahwa pemerataan infrastruktur akan di bangun sampai di pinggiran batas kota.

“Kemudian kami akan mempermudah dan memperbanyak kepemilikan rumah bersubsidi. Membuka sebanyak-banyaknya ruang terbuka public untuk mengeksplorasi jiwa-jiwa kompetiitif dan ekspresi generasi milenial dan generasi Z untuk meningkatkan budaya olahraga dan kreatifitas sience bagi para inventor muda,” tuturnya.

BACA JUGA: Bawaslu Tangani 4 Dugaan Pelanggaran Pemilu Pilwalkot Semarang, Salah Satunya di Tempat Pendidikan

Untuk menjawab tantangan ekonomi hijau, lingkungan hidup, dan perubahan iklim, Agustina mengatakan pihaknya melakukannya dengan pengelolaan sampah yang mumpuni dengan mengelola bank sampah.

Kemudian memberikan ruang kepada ibu-ibu PKK untuk meningkatkan pembuatan biopori, pertanian rumah tangga, pengelolaan sampah organic, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Kita perluas pelayanan transportasi public. Kemudian melakukan Gerakan pengurangan emisi dengan menuju penggunaan molis serta transisi energi. Kemudan tentang penangguangan bencana, kita membuat program aksi tanggap cepat bencana,” tutupnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp