SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan ruas jalan kewenangan provinsi dikebut menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026. Sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak akibat banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menegaskan kerusakan jalan di wilayah Pantura Jepara-Kudus-Pati merupakan jalan nasional dan menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Kendati begitu, Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi intensif untuk percepatan penanganan.
“Jepara-Kudus-Pati itu Pantura, itu jalan nasional, kewenangannya Balai Besar. Tapi kami sudah koordinasi, pagi yadi juga sudah kami rapatkan. Dari Pak Gubernur kan minta sebelum Lebaran harus selesai. Bahkan awal puasa sudah harus kelihatan signifikan pekerjaannya,” ujar Hanung saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 15 Januari 2026.
Sementara itu, untuk ruas jalan kewenangan provinsi, Hanung menyebut terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup serius, salah satunya ruas Pati-Tayu.
“Kalau jalan provinsi, kemarin kami keliling di Pati-Tayu. Itu karena angkutan galian C dari arah Tayu ke Pati, yang rusak itu sisi sebelah kiri. Itu nanti kami lakukan perbaikan dan pemeliharaan,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan izin kepada Sekretaris Daerah untuk mengoptimalkan anggaran rutin agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Kemarin sudah izin ke Pak Sekda untuk mengoptimalkan penganggaran rutinnya supaya bisa disiapkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Banyak Jalan Rusak di Semarang, DPU Lakukan Tambal Sulam Sambil Tunggu E-Katalog Aspal
Hanung menambahkan, kerusakan juga terpantau di ruas Jepara-Keling serta beberapa titik di wilayah Bangsri, Kabupaten Jepara.
“Di Pati-Tayu, lalu yang masuk Jepara-Keling, di Keling ada, di Bangsri juga ada sedikit. Tahun depan sudah kami siapkan sekitar Rp8 miliar untuk paket peningkatan atau preservasi,” jelasnya.
Selain itu, ruas Wiradesa-Kajen di Kabupaten Pekalongan juga menjadi perhatian. Ruas tersebut sempat mendapat paket rehabilitasi dan akan terus dipantau, termasuk jalur yang mengarah ke akses tol.





