Pendidikan

Jarang Diketahui, Ternyata ada Ratusan Buku Berbahasa Belanda di Widya Mitra

×

Jarang Diketahui, Ternyata ada Ratusan Buku Berbahasa Belanda di Widya Mitra

Sebarkan artikel ini
koleksi Widya Mitra
Ratusan buku berbahasa Belanda koleksi Widya Mitra terpajang rapi di almari, Rabu 27 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pusat Budaya Indonesia-Belanda/Eropa atau lebih dikenal sebagai Widya Mitra, ternyata memiliki ratusan koleksi buku berbahasa Belanda. Namun sayangnya, tak banyak orang yang tau sehingga buku-buku tersebut jarang terbaca.

Terletak di sebuah gedung tua di Jalan MT Haryono Nomor 360, Jagalan, Kota Semarang, Widya Mitra nyatanya masih menyimpan ribuan buku peninggalan Kedutaan Besar Belanda.

Lebih jelas, Pengelola Gedung Widya Mitra, Meity Setianingrum, menuturkan terdapat sekitar 600 buku berbahasa Belanda yang tersebar dalam dua lemari berukuran 2 hingga 3 meter. Adapun secara keseluruhan, perpustakaan ini memiliki koleksi lebih dari 5.000 buku.

“Ada sekitar 5.000 buku, tidak hanya berbahasa Belanda, tapi juga ada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, temanya juga bermacam-macam, tidak hanya soal Belanda,” jelas Meity kepada beritajateng.tv, Rabu 27 September 2023.

Untuk buku dengan Bahasa Belanda, kata Meity, kebanyakan memang menceritakan tentang sejarah maupun budaya Belanda. Sebut saja sebuah buku berjudul Indische Jeugdliteratuur karya Dorothee Buur. Dalam buku tersebut, Dorothee Buur bercerita tentang keluarga Belanda yang baru saja tinggal di Bandjermasin (Borneo).

Selain berbahasa Belanda, beberapa buku juga merupakan terbitan lama. Menilik jenis dan umur jilidan, Meity memperkirakan banyak buku yang rilis di atas tahun 1960-an. Hal itu didukung oleh beberapa buku yang masih menggunakan ejaan lama.

BACA JUGA:Upaya Yayasan Widya Mitra Tumbuhkan Minat Anak Muda Pada Budaya, Jaga Ratusan Buku Berbahasa Belanda hingga Wadahi Kreativitas

Meski begitu, Meity menambahkan bahwa tidak sedikit buku yang kemudian juga memuat cerita lain, termasuk soal kisah perjuangan Indonesia, riwayat Tionghoa, hingga kamus Jerman-Indonesia.

“Memang mixed, tidak melulu satu bidang atau berkaitan dengan Belanda, yang jelas berkaitan dengan budaya. Misalnya novel, buku anak-anak, sejarah, ensiklopedi, hingga arsitek juga ada,”

Widya Mitra terbuka untuk masyarakat umum

Perpustakaan dengan koleksi buku berbagai negara itu sebenarnya sudah eksis sejak tahun 1970, jauh sebelum Yayasan Widya Mitra berdiri. Barulah pada 1994 pengelolaan perpustakaan ini ambil alih.

“Awalnya masih berada di bawah kedutaan Belanda, baru tahun 1994 untuk pengelolaannya mereka serahkan ke Widya Mitra, bersama dengan kegiatan kursus dan budaya yang saat itu diselenggarakan Widya Mitra,” jelasnya.

Hanya saja, kondisi perpustakaan saat ini sudah sangat sepi. Tak banyak anak muda Semarang yang mengetahui keberadaan perpustakaan tersebut.

Namun, Meity mengaku bahwa perpustakaan ini masih terbuka untuk masyarakat umum. Ia juga menambahkan, semua buku di tempat buku berbahasa Belanda ini dapat semua pihak akses dan pinjam.

BACA JUGA:Microlibrary Warak Kayu Semarang, Perpustakaan Unik yang Eco-Friendly

“Kami berharap masyarakat lebih tau perpustakaan Widya Mitra secara khusus dan secara umum. Koleksi kami tidak hanya berbahasa Belanda tapi juga ada buku-buku umum walau memang tidak selengkap perpustakaan pada umumnya,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp