“Ketika jurnalis diintimidasi, ketika kebebasan berpendapat dibungkam, ketika kebebasan akademik dihabiskan, maka ini pertanda demokrasi di negeri ini sudah mati,” tekannya.
BACA JUGA: Kecam Kekerasan Ajudan Kapolri Terhadap Jurnalis, Begini Pernyataan Sikap PFI dan AJI Semarang
Salah satu bentuk intimidasi terhadap pers mahasiswa terjadi di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Justisia, UIN Walisongo. Dimas, salah satu anggota LPM Justisia, menceritakan insiden yang terjadi saat mereka meliput kedatangan aparat dalam diskusi bertema militerisme.
“Malamnya setelah LPM yang saya ikuti itu membuat berita, malamnya dapat teror. Besok siangnya ada chat dan telepon dari orang asing,” tuturnya.
“[Dia] ngancam kalau enggak ngaku, kan dia nanya siapa penulisnya, siapa ketuanya, kalau enggak ngasih tahu katanya, ‘Saya bakal ke kampus,’” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





