SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan insan media dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul dalam ajang Jateng Media Summit 2026 yang diinisiasi oleh Suara.com dan beritajateng.tv di Semarang.
Forum ini menjadi ruang diskusi sekaligus konsolidasi media menghadapi perubahan besar industri pers di era digital dan kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 20-21 Mei 2026 di Khas Ballroom Hotel Semarang.
Hari pertama, pelatihan pengelolaan media instansi pemerintah, mulai dari website hingga media sosial. Sementara hari kedua menghadirkan lebih dari 100 media lokal dan sekitar 30 Homeless media untuk membahas masa depan industri media.
CEO beritajateng.tv, Ahmad Nurkholis, mengatakan antusiasme peserta dalam agenda ini sangat tinggi. Menurutnya, pelatihan dan diskusi media akan terus berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan media di Jawa Tengah.
“Kemarin kami sudah memulai dengan edukasi pengelolaan media instansi pemerintah, baik website maupun media sosial, dan antusiasmenya sangat bagus. Ke depan akan ada pelatihan berkelanjutan dan juga reward berupa hadiah uang tunai,” ujarnya.
Ia menilai perubahan industri media saat ini menuntut semua pelaku media untuk terus beradaptasi. Terutama menghadapi perkembangan teknologi digital dan pola konsumsi informasi masyarakat yang berubah sangat cepat.
CEO PT Arkadia Digital Media dan Pimpinan Redaksi Suara.com, Suwarjono, menyebut Jateng Media Summit 2026 lahir dari kebutuhan besar media untuk menemukan model baru agar tetap bertahan di tengah disrupsi digital.
“Media saat ini berada dalam perubahan yang sangat brutal dan radikal. Semua teori lama tentang media berubah total. Kalau tidak menemukan cara baru, media bisa tenggelam,” katanya.
BACA JUGA: Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Bangun Ekosistem Informasi Lebih Responsif
Menurut Suwarjono, perkembangan media sosial, platform digital, dan algoritma personal telah mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi.
Media kini tidak lagi sekadar menyampaikan berita, tetapi harus mampu hadir dalam pola konsumsi informasi yang lebih personal dan cepat.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi AI yang prediksinya akan mengubah wajah industri media di masa depan.
“Ke depan mungkin akan muncul invisible media, media yang tidak lagi kita pegang secara fisik, tetapi hadir sebagai personal assistant yang memahami kebutuhan informasi penggunanya,” jelasnya.
Meski demikian, Suwarjono menegaskan kredibilitas tetap menjadi kekuatan utama media di tengah derasnya arus informasi digital.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Sarif Abdillah menilai media memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi dan narasi kebangsaan. Ia mengajak insan pers terus menjaga kualitas karya jurnalistik di tengah perubahan zaman.
“Media adalah penjaga demokrasi dan penjaga narasi kebaikan. Apa yang ditulis hari ini mungkin belum terasa dampaknya, tetapi suatu saat akan menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban bangsa,” ujarnya di hadapan peserta Jateng Media Summit 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi, pustaka, dan dokumentasi narasi sebagai fondasi peradaban. Menurutnya, bangsa yang kehilangan tradisi literasi dan narasi akan menghadapi kemunduran pemikiran hingga kehilangan arah pembangunan.
Jateng Media Summit 2026 diharapkan menjadi titik awal kolaborasi media di Jawa Tengah untuk membangun ekosistem pers yang lebih adaptif, inovatif, dan tetap menjunjung kredibilitas di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. (*)





