Feature

Jejak Kecil India di Semarang: Dari Jalur Dagang Gujarat, Masala dalam Masakan, hingga Harmoni Puja di Pura

×

Jejak Kecil India di Semarang: Dari Jalur Dagang Gujarat, Masala dalam Masakan, hingga Harmoni Puja di Pura

Sebarkan artikel ini
India Semarang
Pemilik Kedai Bangla Java, MD Monirul Islam, membawa roti canai dan sepiring nasi biryani. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Hal itu selaras dengan pesan Ravi Velloor dari Straits Times, bahwa sebuah feature harus mudah dipahami, berwibawa karena didorong riset yang kuat, dan tetap bernilai meski dibaca bertahun-tahun kemudian. “Ceritakan lewat anekdot, orang, tempat, dan produk. Itu yang membuat pembaca merasa dekat,” ucap Ravi.

Senada, jurnalis senior Harian Waspada, Dian Warastuti, juga mengingatkan bahwa feature yang baik harus meninggalkan jejak emosional. Bukan sekadar laporan, melainkan cerita yang memberi makna lebih dalam. “Di ujung tulisan, akan lebih indah bila menyisipkan pesan atau ajakan, agar tulisan punya dampak lebih besar,” ujar Dian.

Jejak India di Kota Semarang memang tak sebesar di Medan atau Jakarta. Namun, justru di kota pelabuhan ini ia menemukan wujud yang khas, dari catatan niaga pedagang Gujarat, aroma masala yang mengepul di dapur kecil, hingga spiritualitas yang berpadu dalam puja di Pura Girinatha. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp