Jateng

Jejak Perang Dunia II dan Kisah Keluarga yang Terpisah di Ereveld Kalibanteng Semarang

×

Jejak Perang Dunia II dan Kisah Keluarga yang Terpisah di Ereveld Kalibanteng Semarang

Sebarkan artikel ini
monumen perempuan ereveld kalibanteng
Monumen perempuan di Ereveld Kalibanteng, Kota Semarang, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Sebagian korban merupakan orang yang pernah bekerja bersama orang Belanda, bergabung dengan KNIL, bekerja di rumah-rumah orang Belanda. Ada juga warga Indonesia yang membantu atau melindungi orang Belanda dan kemudian ikut Jepang tangkap. Karena itu, Ereveld Kalibanteng menyimpan kisah korban dari berbagai bangsa dan latar belakang.

Ada Anak yang Terpisah dari Keluarganya

Keberadaan makam anak-anak juga menyimpan cerita memilukan. Ketika Jepang masuk ke Indonesia, orang-orang yang teranggap memiliki keturunan Eropa banyak yang dimasukkan ke kamp interniran.

BACA JUGA: Trauma Bayar Rp165 Juta, Calon Perangkat Desa di Pati Masih Mau Daftar Asal Tanpa Mahar

Dalam kondisi tersebut, anggota keluarga dapat terpisahkan berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Akibatnya, tidak semua keluarga mengetahui secara pasti nasib anggota keluarganya setelah perang.

“Kadang orang tuanya pun tidak tahu bahwa pemakaman mereka di ereveld,” ujar Siti.

Menurutnya, hingga kini masih ada keluarga yang datang ke pemakaman kehormatan Belanda di Indonesia dan baru menemukan jejak anggota keluarganya yang selama puluhan tahun tidak mereka ketahui keberadaannya.

Monumen Jongenskampen

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah monumen Jongenskampen atau monumen anak laki-laki yang kurus dengan membawa cangkul.

Monumen tersebut menggambarkan kondisi anak-anak yang mengalami penderitaan selama masa perang.

“Monumen itu menggambarkan anak-anak laki-laki yang dipekerjakan secara paksa di kamp-kamp. Mereka saking kelaparannya sampai tulang-tulangnya bisa terlihat,” kata Siti.

Cangkul yang digenggam pada patung tersebut menggambarkan anak-anak yang dipaksa melakukan pekerjaan berat, bahkan diharapkan mampu bekerja seperti laki-laki dewasa.

Bendera Belanda Tak Sembarang Dikibarkan

Selain makam dan monumen, keberadaan bendera Belanda juga menjadi bagian dari momen penting di kompleks ereveld.

Siti menjelaskan, pengibaran bendera Belanda di pemakaman kehormatan Belanda di Indonesia memiliki dasar kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Belanda sebagaimana aturannya dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 1971.

Ada tiga tanggal resmi ketika bendera Belanda dikibarkan dalam rangka peringatan tertentu.