“Biar bagaimanapun, ada Prabowo dan Profesor Mahfud. Walaupun sebentar, Pak Mahfud itu pernah menjabat sebagai Menteri pertahanan dan menggodok UU Pertahanan Negara Nomor 3 pada tahun 2002. Jadi, ketiga paslon ini, menurut saya orang-orang yang cerdas. Mereka bukanlah orang-orang yang buta terhadap hubungan internasional, pertahanan dan geopolitik,” ujar Ikrar.
Lebih lanjut, Ikrar pun berharap para capres ini mampu menguraikan perubahan tatanan geopolitik secara kongkret dan memberikan solusi, tidak berlindung di balik konstelasi politik yang sedang bergerak cepat.
“Jangan kayak Pak Jokowi. Untuk apa presiden ngomongin konflik Ukraina bikin harga pupuk jadi mahal, padahal sebelumnya Menteri Pertanian pernah bilang pupuk kita diekspor. Kita bisa kok mencari sumber untuk pupuk dari negara lain. Jangan kemudian memasukan persoalan perang Rusia-Ukraina menjadi penyebab harga pupuk naik,” tegas Ikrar.
Adu Gagasan
Di sisi lain, Pakar Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Firdaus Muhammad mengatakan ketiga pasangan capres-cawapres sudah memiliki pengalaman debat sebelumnya.
“Tentu mereka telah memiliki penguasaan panggung dan adaptasi kemampuan capres lainnya. Maka, pada debat mendatang, sangatlah penting para capres ini menguasai semua materi tema meliputi pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik. Tampaknya Prabowo menguasai bidang itu, tapi juga tak menutup kemungkinan terserang lawan yang mengkritik kinerjanya dalam bidang tersebut.”
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini berharap, agar debat nanti berisi adu gagasan, program riil dan penguasaan materi, sehingga jauh dari kesan saling menjatuhkan.
“Selain itu, harus menghindari kesalahan sekecil apapun, baik komunikasi verbal, pilihan diksi dan narasi maupun gesture-nya,” kata Firdaus.
Sementara itu, Founder Makara Strategic Insight (MSI Research) Andre Priyanto, berharap agar ajang debat ini tidak hanya berhenti sebagai tontonan masyarakat. Menurutnya, siapa pun presiden terpilih nanti, seharusnya mampu menjelaskan masalah yang sedang negara hadapi dan solusinya kepada masyarakat.
BACA JUGA: Terbukti Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud, Ini 6 Oknum Prada TNI yang Resmi Jadi Tersangka




