Jateng

Jelang Lebaran Stok Beras di Jateng Ada 365 Ribu Ton, Bulog: Cukup Sampai Enam Bulan

×

Jelang Lebaran Stok Beras di Jateng Ada 365 Ribu Ton, Bulog: Cukup Sampai Enam Bulan

Sebarkan artikel ini
bahan pokok Bulog
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, saat ditemui di Gudang Bulog Palebon Kota Semarang, Jumat, 19 Desember 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan stok pangan, khususnya beras cadangan pemerintah dan Minyakita, dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan stok yang dikuasai Bulog di Jawa Tengah saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok yang Bulog di Jawa Tengah kuasai sangat cukup, baik itu cadangan beras pemerintah, Minyakita maupun komoditi lainnya, khususnya dua komoditi ini,” ujar Sri Muniati, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menyebut total stok cadangan beras pemerintah dan beras komersial yang saat ini Bulog Jawa Tengah kuasai, mencapai ratusan ribu ton dan masih akan terus bertambah seiring dengan penyerapan gabah dari petani.

“Seluruh stok cadangan beras pemerintah dan komersial sebanyak 365.701 ton setara beras dan ini akan terus bertambah karena rata-rata serapan di Jawa Tengah sekitar 3 ribu ton setara beras setiap hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Bulog Pastikan Harga Bahan Pokok di Jateng Tetap Stabil Selama Nataru: Aman Hingga Akhir Tahun

Selain itu, Sri menyebut kapasitas gudang Bulog di Jawa Tengah juga masih mencukupi untuk menampung tambahan beras dari petani maupun pelaku usaha penggilingan padi.

Sri mengaku, Bulog tetap siap menerima pasokan beras dari petani dan mitra meskipun pada periode libur panjang.

“Space gudang juga masih memadai. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran apabila petani dan mitra, pelaku industri beras, ingin memasok ke Bulog. Kami siap untuk menerima meskipun pada libur panjang,” katanya.

Perkiraan Ketahanan Stok Beras di Jateng Cukup untuk Setengah Tahun

Sri menyebut stok cadangan beras pemerintah yang saat ini dikuasai Bulog diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah selama beberapa bulan ke depan.

Ia menjelaskan Bulog juga memiliki kewajiban menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk program bantuan pangan kepada masyarakat.

“Stok untuk cadangan beras pemerintah sendiri sekitar 365.701 ton setara beras. Kebutuhan kita untuk menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan itu lebih kurang 101.422 ton untuk alokasi Februari sampai Maret,” ujar Sri.

Kendati begitu, Sri memastikan stok tersebut masih cukup untuk beberapa bulan ke depan karena pasokan beras dari hasil panen terus masuk setiap hari.

“Cukuplah, lima bulan, enam bulan atau setengah tahun masih menampung. Dan masih bertambah karena tiap hari sekitar 3 ribu ton masuk, 3 ribu ton setara beras,” jelasnya.

Penyaluran Bantuan Pangan Mulai dari Blora

Lebih jauh, kata Sri, Bulog Jawa Tengah juga mulai menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat untuk alokasi Februari-Maret 2026. Sri mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut akan dimulai dari sejumlah daerah secara bertahap.

“Kami Bulog akan mulai menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret di Jawa Tengah paling cepat tanggal 11 Maret di Blora. Nanti lanjut 12 Maret di Pemalang, kemudian 16 Maret di Surakarta dan Salatiga, serta 27 Maret di Magelang,” ujarnya.

Selain beras, Bulog Jawa Tengah juga memiliki stok komoditas jagung yang hingga saat ini jumlahnya mendekati 10 ribu ton. Namun komoditas tersebut belum memiliki penugasan penyaluran dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Kemudian jagung juga kami terus melakukan serapan. Stoknya hampir 10 ribu ton yang kami kuasai dan ini belum ada penugasan untuk penyalurannya dari Bapanas,” jelas Sri.

Sri juga memastikan bencana banjir yang sempat terjadi di wilayah Pantura Jawa Tengah tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan stok beras Bulog.

BACA JUGA: Polres Semarang Bersama Petani Bawen Panen Jagung 1,2 Ton, Masuk Gudang Bulog

Menurutnya, Bulog bahkan telah menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

“Alhamdulillah yang banjir Bulog sudah menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk tanggap darurat bencana. Dan selanjutnya apabila ada permintaan lagi, kami siap selama itu sudah menjadi perintah dari Bapanas,” katanya.

Ia berharap ke depan tidak terjadi lagi bencana alam yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi pangan di daerah.

“Kita berdoa mudah-mudahan tidak terjadi bencana alam lagi,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp